Minggu, 21 Juni 2026

Kerja Sama Bilateral Jadi Langkah Strategis Menjaga Ketahanan Pangan dan Energi

Penulis : Bambang Ismoyo
28 Apr 2026 | 11:48 WIB
BAGIKAN
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov saat menghadiri kegiatan JakartaGlobe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026). (B-Universe/Bambang Ismoyo)
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov saat menghadiri kegiatan JakartaGlobe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026). (B-Universe/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov mengungkapkan, penguatan kerja sama bilateral dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi dan pangan suatu negara.

Terlebih, saat ini terdapat dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak menentu.

Sergei mengungkapkan, hal ini semakin relevan setelah pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin yang telah membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Indonesia dan Rusia.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, dalam kondisi global saat ini, tidak ada negara yang mampu berdiri sendiri dalam menjamin ketahanan energi maupun pangan.

“Tentu saja, untuk memastikan resiliensi ekonomi nasional di setiap negara, anda harus menggabungkan pembangunan ekonomi nasional dan kolaborasi dengan seluruh dunia, dengan mitra luar negara," ungkap Sergei dalam acara JakartaGlobe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ia juga menekankan realitas global saat ini menuntut adanya keterhubungan antarnegara. Menurutnya, berbagai contoh di dunia menunjukkan ketahanan energi dan pangan merupakan hasil dari kerja sama lintas negara.

Lebih lanjut, Sergei menyoroti potensi besar Rusia sebagai mitra strategis, terutama dalam sektor sumber daya alam berupa energi dan pangan.

Hubungan bilateral kedua negara sendiri telah meningkat kian strategis, seiring pertemuan dan kesepakatan antara kedua pemimpin negara.

Kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada aspek politik dan keamanan, tetapi juga mencakup sektor ekonomi, termasuk energi.

Sergei mencontohkan hasil konkret dari kunjungan terbaru Presiden Prabowo ke Moskom. Hasilnya, Rusia disebut siap memasok energi ke Indonesia sebagai bagian dari kontribusi menjaga stabilitas nasional.

“Minyak dan gas dari Rusia akan dikirim ke pasar, dan kita akan berkontribusi untuk menjaga keamanan energi negara," pungkasnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia