Minggu, 21 Juni 2026

Pecah Kongsi! UEA Resmi Hengkang dari OPEC Per 1 Mei

Penulis : Grace El Dora
28 Apr 2026 | 20:29 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). (Foto: AFP)
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). (Foto: AFP)

ABU DHABI, investor.id – Dunia energi dikejutkan oleh keputusan berani Uni Emirat Arab (UEA) yang menyatakan resmi keluar dari keanggotaan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/ OPEC) per 1 Mei 2026. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi kartel minyak dunia yang telah mengatur stabilitas produksi global selama puluhan tahun.

Pengumuman mengejutkan ini muncul di tengah eskalasi konflik regional yang panas. Selama beberapa pekan terakhir, UEA terus menjadi sasaran serangan rudal dan drone oleh sesama anggota OPEC, yakni Iran.

Selain itu, blokade sepihak Iran di Selat Hormuz telah melumpuhkan jalur ekspor minyak utama UEA, yang mengancam pilar utama ekonomi negara tersebut.

Kementerian Energi UEA yang dikutip CNBC internasional pada Selasa (28/4/2026) mengatakan, keputusan keluar dari organisasi yang telah mereka ikuti sejak 1967 ini diambil setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap kebijakan dan kapasitas produksi.

ADVERTISEMENT

"Keputusan ini murni demi kepentingan nasional Uni Emirat Arab. Dengan keluar dari OPEC, kami memiliki fleksibilitas lebih besar untuk merespons dinamika pasar secara mandiri," tulis pernyataan resmi Kementerian Energi UEA, Selasa.

Meski berpisah jalan, UEA tetap menyampaikan apresiasinya terhadap upaya-upaya yang selama ini dilakukan oleh OPEC maupun aliansi OPEC+.

Dampak bagi Pasar Global

Keputusan UEA dianggap sebagai "gempa" bagi geopolitik minyak bumi. Sebagai produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak, pengaruh UEA sangat dominan dalam pengambilan keputusan grup.

Hengkangnya UEA menandakan adanya pergeseran strategi negara-negara Teluk yang kini lebih memprioritaskan kedaulatan produksi dibandingkan kuota bersama, terutama ketika ketegangan militer antarnegara anggota mulai mengusik stabilitas ekonomi domestik mereka.

Adapun OPEC didirikan pada 1960 dengan tujuan mengoordinasikan kebijakan perminyakan negara-negara anggotanya guna menjamin stabilitas harga di pasar internasional. UEA secara resmi bergabung dengan OPEC pada 1967 dan sejak itu menjadi salah satu pemain kunci yang paling berpengaruh.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir hubungan internal OPEC sering kali diuji oleh konflik politik dan militer antarnegara anggotanya.

Konflik juga terjadi antara Iran dan UEA. Serangan fisik serta hambatan jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi titik nadir yang membuat UEA merasa kuota produksi OPEC justru membatasi ruang gerak mereka untuk menyelamatkan ekonomi di masa perang.

Keluarnya UEA dari OPEC mengikuti jejak beberapa negara lain seperti Qatar (2019) dan Angola (2024). Ini memberikan sinyal bahwa kartel minyak ini mulai kehilangan kendali absolutnya atas produsen-produsen besar yang memiliki kapasitas produksi mandiri yang kuat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia