Minggu, 21 Juni 2026

OPEC di Ambang Pecah, Dominasi Arab Saudi Terancam?

Penulis : Grace El Dora
29 Apr 2026 | 09:55 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria pada 3 Maret 2022 (Foto: LISA LEUTNER/AP)
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria pada 3 Maret 2022 (Foto: LISA LEUTNER/AP)

LONDON, investor.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar energi global. Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari keanggotaan OPEC dan OPEC+. Langkah berani ini menjadi pukulan telak bagi organisasi negara-negara pengekspor minyak tersebut, khususnya bagi sang pemimpin de facto, Arab Saudi.

Keputusan ini diambil di tengah guncangan energi bersejarah akibat perang Iran yang telah melumpuhkan ekonomi dunia. Para analis menilai keluarnya UEA bukan sekadar urusan produksi, melainkan sinyal keretakan aliansi strategis yang selama ini menjaga stabilitas harga minyak dunia.

Sejumlah pakar energi melihat langkah UEA ini sebagai upaya untuk lepas dari belenggu kuota produksi. "UEA berencana meningkatkan produksi minyak hingga 30%. Sangat sulit melakukan itu jika masih terikat batasan OPEC+," ujar mantan eksekutif Gazprom Neft Sergey Vakulenko seperti dikutip Reuters, Rabu (29/4/2026).

Kepala ekonom ADCB Monica Malik menambahkan, keluarnya UEA membuka pintu bagi negara tersebut untuk merebut pangsa pasar global lebih besar setelah situasi geopolitik kembali normal.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Jorge Leon dari Rystad memperingatkan bahwa tanpa UEA, OPEC kehilangan salah satu pilar utamanya yang memiliki cadangan kapasitas signifikan, membuat organisasi tersebut secara struktural menjadi lebih lemah.

Meski menjadi peristiwa monumental, analis dari Pepperstone Michael Brown menilai dampaknya secara langsung mungkin masih terbatas. Selama Selat Hormuz tetap tertutup akibat konflik, masalah utama pasar bukan pada berapa banyak minyak yang diproduksi, melainkan bagaimana mengirimkannya ke konsumen.

Namun, dalam jangka panjang, pengunduran diri ini menimbulkan pertanyaan besar. Mampukah Arab Saudi tetap menjadi penyeimbang pasar sendirian? Jika produsen lain mulai mengutamakan pangsa pasar di atas disiplin kuota, kemampuan OPEC untuk mengendalikan harga minyak dunia akan berada di titik nadir.

Ketegangan antara Uni Emirat Arab dan OPEC sebenarnya telah terendus sejak beberapa tahun terakhir. UEA telah menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 5 juta barel per hari pada 2027, namun mereka seringkali terhambat oleh kebijakan kuota ketat yang dipelopori oleh Arab Saudi dan Rusia

 Pengunduran diri ini terjadi di saat Selat Hormuz—jalur nadi utama minyak dunia—masih tertutup akibat konflik AS-Israel-Iran, yang telah menyebabkan harga minyak meroket dan memaksa negara-negara di seluruh dunia mencari alternatif pasokan yang lebih fleksibel.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia