Minggu, 21 Juni 2026

Putin dan Pemimpin ASEAN Tambah Kekuatan Strategis di Rusia

Penulis : Grace El Dora
18 Jun 2026 | 19:53 WIB
BAGIKAN
(Dari kiri) Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet, PM Laos Sonexay Siphandone, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, PM Timor Timur Kay Rala Xanana Gusmao, PM Vietnam Le Minh Hung, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar, Pejabat Senior untuk ASEAN Hau Khan Sum berpose untuk foto di sela-sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Sergei Bobylev/ Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
(Dari kiri) Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet, PM Laos Sonexay Siphandone, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, PM Timor Timur Kay Rala Xanana Gusmao, PM Vietnam Le Minh Hung, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar, Pejabat Senior untuk ASEAN Hau Khan Sum berpose untuk foto di sela-sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Sergei Bobylev/ Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

KAZAN, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut hangat penguatan hubungan antara negaranya dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam gelaran KTT Rusia-ASEAN yang berlangsung di Kazan, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama ekonomi dan politik antara Rusia dan blok Asia Tenggara yang beranggotakan Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Dalam pidatonya, Putin menegaskan kemitraan strategis ini merupakan elemen krusial untuk menjaga stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh dinamika, ia menilai kerja sama ini berkontribusi pada terciptanya arsitektur keamanan yang seimbang serta kerja sama yang adil dan saling menguntungkan.

"Ini adalah kemitraan strategis yang menjadi faktor penstabil penting di kawasan Asia Pasifik, membantu pembentukan arsitektur keamanan yang seimbang serta kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Putin seperti dikutip Associated Press, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

KTT kali ini juga menandai peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Rusia dan ASEAN.

Cakupan Kerja Sama yang Luas

Agenda KTT mencakup diskusi mendalam mengenai isu-isu global dan regional, serta evaluasi terhadap upaya pengembangan hubungan kedua pihak ke depannya. Putin mencatat bahwa kerja sama praktis antara Rusia dan ASEAN kini telah meluas ke berbagai sektor strategis, di antaranya:

- Keamanan dan penanggulangan ancaman baru.

- Perdagangan dan investasi.

- Energi dan agrikultur.

- Digitalisasi, sains, dan teknologi.

- Pariwisata serta hubungan kemanusiaan.

Dalam deklarasi bersama yang ditandatangani di akhir KTT, para pemimpin menegaskan komitmen mereka untuk membangun tatanan dunia yang adil dan multipolar, dengan tetap berpedoman pada hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (Piagam PBB).

Pertemuan yang dipimpin bersama oleh Putin dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. ini sepakat untuk terus menjaga komunikasi di tingkat tertinggi demi memajukan kemitraan strategis.

Hubungan Rusia dan ASEAN memiliki kompleksitas tersendiri di tengah peta kekuatan global saat ini. Sebagian negara anggota ASEAN, seperti Filipina, memiliki ikatan pertahanan yang kuat dengan AS, sementara anggota lainnya mempertahankan kedekatan ekonomi dan keamanan dengan China maupun Rusia.

Meski terdapat perbedaan posisi geopolitik, banyak negara anggota ASEAN termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina tetap menjajaki peluang kerja sama ekonomi yang pragmatis dengan Rusia, khususnya di sektor energi.

Minat ini meningkat signifikan setelah lonjakan harga bahan bakar global, yang mendorong negara-negara tersebut untuk mencari diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk melalui impor minyak mentah Rusia sebagai langkah strategis menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 34 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia