Sabtu, 20 Juni 2026

WHO Peringatkan Penyebaran Cepat Wabah Ebola di RD Kongo

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2026 | 12:17 WIB
BAGIKAN
Para pekerja Palang Merah bersiap untuk menguburkan warga yang meninggal karena Ebola, di Pemakaman Bigo, Bunia, Kongo, Afrika Tengah pada Jumat (19/6/2026). (Foto: AP/ Moses Sawasawa)
Para pekerja Palang Merah bersiap untuk menguburkan warga yang meninggal karena Ebola, di Pemakaman Bigo, Bunia, Kongo, Afrika Tengah pada Jumat (19/6/2026). (Foto: AP/ Moses Sawasawa)

JENEWA, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras terkait wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo yang menyebar dengan cepat.

Meskipun upaya penanganan terus dipercepat, pihak WHO mengakui mereka masih berpacu dengan situasi yang memburuk di wilayah timur laut negara tersebut menurut laporan AFP, Sabtu (20/6/2026).

"Wabah ini tetap serius dan berkembang sangat cepat," ujar Kepala Kedaruratan WHO untuk Afrika Marie-Roseline Belizaire, Sabtu. Namun, ia menambahkan respons penanganan di lapangan terus menguat setiap harinya.

Wabah yang pertama kali diumumkan pada 15 Mei ini disebabkan oleh jenis virus Bundibugyo yang langka, di mana hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk jenis tersebut. Berdasarkan data terbaru WHO, telah tercatat 896 kasus terkonfirmasi dengan 232 kematian, termasuk 21 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

ADVERTISEMENT

Lebih dari 90% kasus terpusat di Provinsi Ituri yang terdampak konflik, dengan penyebaran yang juga meluas ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan. Belizaire menjelaskan, tantangan utama adalah kecepatan penularan virus melalui kontak erat dan cairan tubuh yang terinfeksi.

Demi menekan laju wabah, WHO telah melakukan berbagai langkah:

- Kapasitas tempat tidur perawatan meningkat drastis dari nol menjadi lebih dari 500 unit.

- Tim pengawasan kini mampu menangani hampir 400 peringatan dan melakukan lebih dari 2.000 tes per hari.

- Pelacakan kontak mencapai 75%, meskipun WHO menargetkan angka 95% agar wabah dapat terkendali.

Kendala lain yang dihadapi adalah perilaku masyarakat yang lebih memilih pengobatan tradisional sebelum akhirnya mencari bantuan medis, yang menyebabkan keterlambatan penanganan. Meski demikian, sebanyak 78 orang telah dinyatakan sembuh menjadi bukti diagnosis tepat waktu dan akses layanan kesehatan berkualitas dapat menyelamatkan jiwa.

Dampak terhadap Tenaga Kesehatan

Wabah ini memberikan beban berat bagi para petugas medis. Tercatat 75 tenaga kesehatan terinfeksi Ebola, dengan 17 di antaranya meninggal dunia. "Ini adalah harga yang sangat mahal yang harus dibayar oleh sistem kesehatan," ujar Belizaire.

Di negara tetangga, Uganda, terdapat 19 kasus terkonfirmasi dengan dua kematian, namun negara tersebut belum melaporkan adanya kasus baru dalam 12 hari terakhir.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, badan migrasi PBB telah melakukan lebih dari satu juta pemeriksaan kesehatan di perbatasan dan jalur perjalanan.

Ebola adalah penyakit virus yang sangat menular dan fatal, yang memicu demam berdarah serta kegagalan organ pada tahap lanjut. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi, atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi oleh cairan tersebut.

Mengingat tingkat kematian yang tinggi dan kurangnya opsi pengobatan definitif untuk strain tertentu, pengawasan ketat, karantina, serta edukasi masyarakat menjadi fondasi utama dalam memutus rantai penularan di wilayah endemik.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 24 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 40 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia