WHO Peringatkan Penyebaran Cepat Wabah Ebola di RD Kongo
JENEWA, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras terkait wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo yang menyebar dengan cepat.
Meskipun upaya penanganan terus dipercepat, pihak WHO mengakui mereka masih berpacu dengan situasi yang memburuk di wilayah timur laut negara tersebut menurut laporan AFP, Sabtu (20/6/2026).
"Wabah ini tetap serius dan berkembang sangat cepat," ujar Kepala Kedaruratan WHO untuk Afrika Marie-Roseline Belizaire, Sabtu. Namun, ia menambahkan respons penanganan di lapangan terus menguat setiap harinya.
Wabah yang pertama kali diumumkan pada 15 Mei ini disebabkan oleh jenis virus Bundibugyo yang langka, di mana hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk jenis tersebut. Berdasarkan data terbaru WHO, telah tercatat 896 kasus terkonfirmasi dengan 232 kematian, termasuk 21 kasus baru dalam 24 jam terakhir.
Lebih dari 90% kasus terpusat di Provinsi Ituri yang terdampak konflik, dengan penyebaran yang juga meluas ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan. Belizaire menjelaskan, tantangan utama adalah kecepatan penularan virus melalui kontak erat dan cairan tubuh yang terinfeksi.
Demi menekan laju wabah, WHO telah melakukan berbagai langkah:
- Kapasitas tempat tidur perawatan meningkat drastis dari nol menjadi lebih dari 500 unit.
- Tim pengawasan kini mampu menangani hampir 400 peringatan dan melakukan lebih dari 2.000 tes per hari.
- Pelacakan kontak mencapai 75%, meskipun WHO menargetkan angka 95% agar wabah dapat terkendali.
Kendala lain yang dihadapi adalah perilaku masyarakat yang lebih memilih pengobatan tradisional sebelum akhirnya mencari bantuan medis, yang menyebabkan keterlambatan penanganan. Meski demikian, sebanyak 78 orang telah dinyatakan sembuh menjadi bukti diagnosis tepat waktu dan akses layanan kesehatan berkualitas dapat menyelamatkan jiwa.
Dampak terhadap Tenaga Kesehatan
Wabah ini memberikan beban berat bagi para petugas medis. Tercatat 75 tenaga kesehatan terinfeksi Ebola, dengan 17 di antaranya meninggal dunia. "Ini adalah harga yang sangat mahal yang harus dibayar oleh sistem kesehatan," ujar Belizaire.
Di negara tetangga, Uganda, terdapat 19 kasus terkonfirmasi dengan dua kematian, namun negara tersebut belum melaporkan adanya kasus baru dalam 12 hari terakhir.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, badan migrasi PBB telah melakukan lebih dari satu juta pemeriksaan kesehatan di perbatasan dan jalur perjalanan.
Ebola adalah penyakit virus yang sangat menular dan fatal, yang memicu demam berdarah serta kegagalan organ pada tahap lanjut. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi, atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi oleh cairan tersebut.
Mengingat tingkat kematian yang tinggi dan kurangnya opsi pengobatan definitif untuk strain tertentu, pengawasan ketat, karantina, serta edukasi masyarakat menjadi fondasi utama dalam memutus rantai penularan di wilayah endemik.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





