Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita
Menanggapi putusan terhadap istri perdana menteri, para pejabat pemerintah mengkritik keras dan menilai langkah hukum tersebut sarat akan motif politik. Partai Sosialis bahkan menyebut keputusan hakim sebagai skandal mutlak bagi demokrasi.
"Begoña Gómez tidak bersalah. Selama dua tahun terakhir, dia telah menjadi target perburuan penyihir (witch hunt) secara politik dan hukum. Keputusan hari ini hanyalah eskalasi terbaru dari upaya tersebut," tulis pernyataan resmi Partai Sosialis.
Sebaliknya, kubu oposisi konservatif langsung mengambil momentum ini untuk menyerang dan mendesak pemerintah agar segera menggelar pemilu dipercepat.
"Para perumus konstitusi kita tidak pernah membayangkan bahwa ancaman terhadap demokrasi justru bisa lahir dari dalam pemerintahan Spanyol itu sendiri. Sekarang kita melihat bagaimana pemerintah menyerang hakim, jaksa, dan media demi membungkam oposisi. Ini tidak terbayangkan dalam demokrasi modern mana pun," sindir Miguel Tellado, Sekretaris Jenderal Partai Rakyat (PP) yang merupakan oposisi utama di Spanyol.
ADVERTISEMENT
Penyelidikan intensif selama dua tahun terhadap Gómez ini awalnya bermula dari laporan yang diajukan oleh Manos Limpias (Tangan Bersih). Kelompok penekan sayap kanan ini kerap membawa berbagai kasus hukum kontroversial ke pengadilan Spanyol.
Sistem politik Spanyol dalam beberapa tahun terakhir diwarnai oleh polarisasi yang sangat tajam antara kubu kiri-tengah yang dipimpin oleh Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) di bawah PM Pedro Sánchez, dan kubu kanan-tengah yang dipimpin oleh Partai Rakyat (PP) bersama partai sayap kanan Vox.
Ketegangan ini semakin meruncing karena pemerintahan Sánchez bergantung pada koalisi yang rapuh, termasuk dukungan dari partai-partai separatis daerah seperti Catalan dan Basque, yang sering kali memicu sentimen nasionalisme dari kubu konservatif.
Kasus yang menimpa Begoña Gómez juga menonjolkan fenomena unik dalam hukum Spanyol yang dikenal sebagai penuntutan populer (popular prosecution). Undang-undang Spanyol mengizinkan warga negara atau organisasi swasta bertindak sebagai penuntut umum dalam kasus pidana, bahkan jika mereka bukan korban langsung dari kejahatan tersebut.
Celah hukum inilah yang dimanfaatkan oleh Manos Limpias, sebuah organisasi yang dipimpin oleh tokoh sayap kanan Miguel Bernad.
Kelompok ini memiliki rekam jejak panjang menggunakan jalur hukum untuk menyerang tokoh-tokoh sayap kiri dan separatis. Akibatnya, sistem peradilan Spanyol kerap menjadi medan pertempuran politik sekunder, di mana batas antara penegakan hukum murni dan strategi menjatuhkan lawan politik menjadi sangat kabur menjelang pemilu nasional.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

