Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita
BARCELONA, investor.id – Pengadilan Spanyol diguncang skandal besar. Seorang hakim pada Sabtu (20/6/2026) resmi memerintahkan Begoña Gómez, istri Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez, untuk menghadapi persidangan atas dugaan kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang (influence peddling). Selain harus diadili, paspor Gómez juga disita oleh pihak berwenang.
Hakim investigasi Juan Carlos Peinado mengeluarkan putusan tersebut dengan argumen Gómez memiliki risiko melarikan diri (flight risk), lapor Associated Press. Selain pencekalan ke luar negeri, ia juga diwajibkan untuk melapor ke pengadilan setiap dua minggu sekali. Meski demikian, jadwal pasti persidangan perdana belum ditentukan.
Putusan ini langsung memicu konfrontasi politik yang memanas di Spanyol. Partai oposisi berbondong-bondong mendesak pemerintahan sayap kiri pimpinan PM Sánchez untuk segera meletakkan jabatan.
Tuduhan Penyalahgunaan Wewenang dan Dana Publik
Begoña Gómez dituduh menggunakan posisinya sebagai istri orang nomor satu di Spanyol untuk memengaruhi kontrak-kontrak pengadaan pemerintah yang diberikan kepada sejumlah perusahaan teknologi.
Tidak hanya itu, hakim juga mendakwanya atas penyalahgunaan dana publik dalam perekrutan seorang konsultan, serta penggunaan perangkat lunak secara tidak sah saat ia masih aktif mengajar sebagai dosen di sebuah universitas negeri.
Gómez sendiri dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Sementara itu, PM Pedro Sánchez membela istrinya dan menyebut kasus ini sebagai bagian dari kampanye hitam yang didalangi oleh lawan politik konservatif untuk menggulingkan pemerintahan sayap kirinya yang telah berkuasa sejak 2018.
Hakim Peinado menambahkan bahwa seorang pengusaha yang diduga diuntungkan dari kontrak pemerintah tersebut, serta konsultan yang bekerja untuk Gómez, juga akan ikut diseret ke meja hijau.
Prahara Politik Menjelang Pemilu
Masalah hukum ini memperpanjang daftar cobaan politik bagi PM Sánchez, yang dikenal vokal mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menjelang pemilihan umum (pemilu) yang dijadwalkan berlangsung paling lambat tahun depan.
Sebelumnya pada pekan ini, mantan PM Spanyol dari faksi Sosialis José Luis Rodríguez Zapatero juga harus menghadap hakim yang berbeda.
Ia diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam dana talangan (bailout) maskapai penerbangan pemerintah, serta kepemilikan perhiasan mewah yang ditemukan polisi saat menggeledah kantornya. Zapatero juga menyatakan dirinya tidak bersalah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

