Jumat, 15 Mei 2026

Putuskan Jadi ‘Petani’ setelah Keliling 10 Negara

Penulis : Happy Amanda Amalia
9 Apr 2025 | 15:29 WIB
BAGIKAN
Founder & Chief Executive Officer (CEO) PT Sayur Sleman Indonesia, Janu Muhammad. (Istimewa)
Founder & Chief Executive Officer (CEO) PT Sayur Sleman Indonesia, Janu Muhammad. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran berharga, khususnya dalam hal bersyukur dan berbagi. Membulatkan tekad untuk menjadi sosok entrepreneur di bidang pertanian, langkah Janu Muhammad, chief executive officer (CEO) PT Sayur Sleman Indonesia, ini sebenarnya bertolak belakang dengan keinginan orang tuanya yang menginginkan putranya memiliki pekerjaan yang sehari-harinya ada di depan laptop.

Sementara di mata Janu, petani adalah orang dengan tingkat tawakal paling tinggi. Karena segala proses pekerjaan yang dilakukan petani tidak mudah, butuh investasi waktu, tenaga bahkan tawakal. Oleh karena itu, ia tidak bisa tinggal diam ketika orang tuanya yang berprofesi sebagai petani dan pedagang sayur harus kesulitan berjualan di tengah pandemi.

Tidak butuh waktu lama, setelah berdiskusi dengan istrinya, putra asli Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu kemudian menginisiasi satu platform sayur online “Sayur Sleman,” yang secara entitas bernama PT. Sayur Sleman Indonesia.

“Waktu itu saya merasa sedih karena melihat dagangan orang tua di Pasar Sleman sepi pembeli. Saya dan istri lalu berdiskusi, bagaimana caranya membantu beliau dan 100-an pedagang sayur di pasar tradisional agar tetap bertahan,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Diungkapkan oleh Janu bahwa penggunaan teknologi digital ternyata dapat membantu petani dan pedagang sayur pulih dari dampak pandemi. Sejak melayani pelanggan via Instagram pada 10 Mei 2020, Sayur Sleman telah membantu petani, pedagang sayur, dan usaha kecil dan menengah memasarkan produk secara online serta memudahkan belanja dari rumah.

Apa saja tantangan dan strategi yang disiapkan Janu untuk keberlanjutan platform Sayur Sleman-nya? Berikut petikan wawancara wartawati Investor Daily, Happy Amanda Amalia dengan bapak dua anak itu, baru-baru ini:

Putuskan Jadi ‘Petani’ setelah Keliling 10 Negara
Founder & Chief Executive Officer (CEO) PT Sayur Sleman Indonesia, Janu Muhammad. (Istimewa)

Bagaimana awal mula muncul gagasan mendirikan Sayur Sleman Indonesia?

Sayur Sleman mulai beroperasi 10 Mei 2020, ketika pandemi Covid-19, saat saya masih sebagai guru. Waktu itu saya merasa sedih karena melihat dagangan orang tua di Pasar Sleman sepi pembeli. Saya dan istri lalu berdiskusi, bagaimana caranya membantu beliau dan 100-an pedagang sayur di pasar tradisional agar tetap bertahan.

Akhirnya kami membuat akun Instagram sayursleman.id dan mulai berjualan sayur secara online. Saat itu, kami juga melakukan sedekah sayur kepada masyarakat kurang mampu melalui Sayur Sleman Berbagi.

Pada 6 Agustus 2022, PT. Sayur Sleman Indonesia resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Platform ini bertujuan membantu petani, pedagang sayur, dan usaha kecil dan menengah memasarkan produk mereka secara online dan memudahkan belanja dari rumah.

Apa yang membuat Anda akhirnya terjun ke bidang entrepreneur pertanian?

Awal mula perjalanan usaha ini dimulai sepulang saya kuliah di luar negeri. Perjalanan pertama saya saat itu keluar negeri adalah pada 2013 untuk mengikuti kuliah singkat di Belanda, summer school di kampus Utrecht selama kurang lebih dua minggu.

Kemudian pada perjalanan kedua, saya sempat mengenyam pendidikan dari beasiswa pertukaran pelajar atau fellowship di Arizona State University untuk belajar pemberdayaan masyarakat pada 2016.

Pada perjalanan ketiga, saya berkuliah di Inggris selama satu tahun untuk mendalami bidang geografi sosial atau human geography. Ketika saya pulang ke Indonesia, muncul pertanyaan dalam diri saya “Apa yang bisa saya lakukan dari program-program (belajar) tersebut.”

Bersamaan dengan pandemi, kami melihat kesulitan yang dialami orang tua yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pedagang sayur yang susah memasarkan dagangan. Dari situ, saya punya ide untuk memanfaatkan platform digital tidak berbayar, yang tujuannya meng-online-kan produk-produk dari petani sekitar. Akhirnya saya bulatkan tekad, bismillah untuk secara totalitas penuh menjadi seorang entrepreneur di bidang pertanian.

Bagaimana tantangannya setelah keputusan bulat itu?

Ini menjadi keputusan besar yang saya ambil. Bayangkan, dulu pernah menginjakkan kaki di lebih 10 negara, akhirnya saya kembali ke kampung dan melihat realita di sini bahwa ada banyak hal di bidang pertanian yang perlu kita support.

Kalau mengingat ke belakang, saat itu masih banyak orang yang menanyakan ke saya “Yakin mau jadi petani?” “Yakin mau di sektor pertanian?” Kata-kata itu masih membekas di diri saya, dan istri saya adalah orang yang selama ini sangat support dan percaya bahwa apa yang telah saya putuskan, adalah yang terbaik. Tentunya ada doa dari orangtua juga.

Apa visi dan misi perusahaan Anda?

Visi kami adalah menjadi platform kewirausahaan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang sayur, petani lokal, dan UMKM. Sedangkan misi kami adalah melayani pesanan sayur secara online untuk masyarakat melalui website dan media sosial; menginisiasi gerakan sedekah sayur sebagai program sosial untuk berbagi kepada masyarakat kurang mampu; memberdayakan pedagang sayur, petani, dan UMKM untuk menjadi pemasok sayur online.

Selain itu, memberikan pelatihan pertanian dan kewirausahaan bagi generasi muda, wanita, dan UMKM; serta menjalin kolaborasi lintas komunitas untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Sayur Sleman bukan seperti platform sayur daring pada umumnya karena kami juga mengangkat kewirausahaan sosia atau menjadi social entrepreneur di mana kami ingin memberi manfaat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga secara sosial dan juga lingkungan.

Apa saja program yang ada di platform Sayur Sleman?

Kami memiliki program Sayur Sleman Berbagi, Sayur Sleman Bertani dan Sayur Sleman Academy. Pada Sayur Sleman Berbagi, ini adalah misi sosial yang kami selipkan di pertanian, di mana setiap hari Jumat dan Minggu, kami menyalurkan donasi dari para orang baik melalui paket-paket sayur gratis ke lebih dari 300 penerima manfaat di tiga lokasi, baik di Kabupaten Sleman maupun Kota Yogyakarta.

Di Sayur Sleman Bertani, kami bekerja sama dengan masyarakat di daerah Kricak, Tegalrejo, Kota Yogyakarta di mana kami memberikan pelatihan pengembangan urban farming, baik tanaman sayur di sekitar rumah; juga perikanan dan lain sebagainya, termasuk pemberdayaan UMKM yang kami percaya dapat menjadikan value lebih dengan adanya Sayur Sleman.

Untuk Sayur Sleman Academy (SSA), kami fokuskan pada regenerasi petani muda di Indonesia. SSA off farm telah melatih lebih dari 2.000 pemuda/pemudi dari seluruh Indonesia. Dengan program ini kami percaya dapat memberikan kontribusi dalam regenerasi petani muda sejalan dengan visi atau pun misi yang dijalankan Kementerian Pertanian RI.

Bagaimana Anda memanfaatkan jaringan program Asean Youth Fellowship (AYF)?

Program AYF bertujuan menghubungkan dan membina pemimpin muda yang berkembang, dengan berfokus pada kolaborasi di sektor publik, swasta, dan masyarakat. Sejauh ini, kami sudah ada beberapa rencana untuk pengembangan Sayur Sleman dengan jaringan dan pengetahuan yang diberikan AYF.

Pertama adalah peningkatan produksi melon melalui greenhouse berbasis smart farming dan internet of things (IoT). Kedua adalah rencana ekspor sambal cabe yang sudah kami mulai dari jejaring AYF Fellows beberapa waktu lalu. Ketiga adalah peningkatan kapasitas generasi muda lewat pelatihan Sayur Sleman Academy. Kami berencana mengadakan pelatihan online yang dapat diikuti siapapun dari Asean dan Timor Leste untuk pengembangan agribisnis.

Bagaimana dukungan pemerintah?

Dukungan pemerintah setempat sangat besar. Alhamdulillah dengan adanya petani milenial, kami mendapat pembinaan juga dari dinas pertanian, pangan dan perikanan kabupaten Sleman, termasuk BPKP DIY. Lebih dari itu, kami juga dibukakan pasar oleh pemerintah setempat, dikenalkan dengan jaring mitra dan stakeholder yang ingin maju bersama.

Kami juga dilibatkan dalam berbagai expo, kegiatan offline, pameran baik dari level kecamatan sampai kabupaten dan terakhir di Lumbung Mataram, juga di Jogja Agro Park di Kulon Progo. Itu merupakan sinergi yang kita bangun terus-menerus dengan pemerintah setempat, termasuk dukungan besar dari bupati sampai kepala dinas pertanian dan bahkan Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X)

Bagaimana tantangan yang Anda hadapi sebagai pendiri sekaligus CEO?

Being resilient is really important in this disruptive era. Sebagai CEO saya perlu lebih adaptif dengan situasi, termasuk melihat kembali bisnis model yang lebih sustainable di masa depan. Untuk mendapat inspirasi dan motivasi, saya terhubung dengan beberapa forum startup maupun social entrepreneur agar lebih inovatif dalam memberikan layanan ke customer.

Untuk membuat sebuah perubahan dan inspirasi bagi generasi muda, tidak ada cara lain selain menjadi contoh dan role model. Dan saya sedang dalam tahap itu. Saya adalah penghubung potensi lokal dengan resource di tingkat global. Saya berupaya terus membagikan apa yang saya dapat untuk teman-teman kami di akar rumput agar lebih banyak Janu lainnya.

Putuskan Jadi ‘Petani’ setelah Keliling 10 Negara
Founder & Chief Executive Officer (CEO) PT Sayur Sleman Indonesia, Janu Muhammad. (Istimewa)

Bagaimana strategi Anda memimpin perusahaan?

Saya selalu berupaya untuk melibatkan tim saya dalam pengambilan keputusan, sehingga saya sering mendengar ide mereka dan memberikan feedback apabila ide tersebut memang layak untuk dilaksanakan. Sederhananya saya bekerja dengan tim dan berupaya se-demokratis mungkin. Saya termasuk detail oriented dan berhati-hati dalam mengambil keputusan penting.

Apa obsesi pribadi yang ingin Anda raih?

Mimpi saya ke depan adalah memiliki pusat agro eduwisata terpadu yang mana kita memproduksi buah melon premium, sekaligus menyediakan ruang untuk belajar pertanian, riset dan pengembangan produk pertanian, dan kami memiliki sekolah khusus untuk mencetak figur wirausaha sosial pertanian masa depan. Semoga dapat terwujud.

Siapakah sosok/tokoh yang berperan di perjalanan hidup Anda?

Figur yang menginspirasi saya adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam karena beliau adalah pemimpin hebat yang amanah, bertanggung jawab, jujur dan mengayomi semua. Dalam hal bisnis dan kehidupan sehari-hari, saya berupaya untuk selalu jujur dan menjaga integritas karena itu juga yang dipesankan oleh orang tua kepada saya.

Sosok orangtua saya juga menjadi inspirasi, karena langkah saya selama ini telah mereka dukung. Istri ikut menjadi support system berharga bagi saya. Saya juga ingin menjadi contoh baik bagi anak-anak saya dan menjadi orang yang bermanfaat. Sehingga keluarga adalah motivasi terbesar saya.

Apa filosofi hidup Anda?

Hidup adalah bersyukur dan berbagi. Dalam keadaan apapun, tetaplah untuk bersyukur dan memberi, karena percayalah suatu saat akan banyak kebaikan yang datang kepada kita.

Apa kegiatan favorit atau hobi yang Anda lakukan untuk meredakan stres?

Saya cukup rutin workout dan sedang belajar calisthenic untuk menyehatkan badan serta jogging di akhir pekan. Saya juga senang main sama anak-anak dan mengajak keluarga ke ruang terbuka hijau pada akhir pekan. Terkadang nge-blog dan sharing motivasi di Instagram pribadi.

Bagaimana cara Anda bangkit dari kegagalan?

Cara saya bangkit dari kegagalan biasanya saya solat malam (tahajud) dan mohon ampunan. Bisa jadi saya gagal karena banyak salah sama orang dan kurang ibadah. Selebihnya saya evaluasi diri dan biasanya sharing ke istri biar dapat support untuk bangkit.

Apa arti sukses ala Janu?

Sukses berarti menjadi orang yang bermanfaat di dunia dan akhirat.

BIODATA

Data Pribadi

Nama Lengkap: Janu Muhammad 

Tempat, tanggal Lahir: Sleman, 7 Januari 1993

Status: Menikah (2 anak)

PENDIDIKAN: 

  • Agustus 2011-Mei 2015: S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Juli 2013: Summer School: Contemporary Cities (non gelar) di Utrecht University, Belanda.
  • 2016-2017: S2 M.Sc Research in Human Geography, School of Geography, Earth and Environmental Sciences, University of Birmingham.
  • Februari-Maret 2016: YSEALI Academic Fellowship on Civic Engagement di Arizona State University, Amerika Serikat.
  • Agustus 2023: K-Smart Farm Technology Workshop (nongelar) di AMI & Korea National University of Agricultural and Fisheries August, Jeonju-Si, Korea Selatan.
  • Juli 2024: Global Learning II Short Course: Leadership and Health Equity di Harvard Kennedy School & Harvard T.H Chan School of Public Health Massachusetts, Amerika Serikat.

RIWAYAT PEKERJAAN:

  • 2020 – sekarang: Founder dan CEO PT Sayur Sleman Indonesia (2020-sekarang)
  • 2018 – 2021: Kepala SMP Islam Al-Azhar Cairo Yogyakarta.
  • Januari – Oktober 2018: Head of Ad Hoc Team Universitas Mahakarya Asia.
  • 2015 – 2016: Head of Government Relation & Education Consultant PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru.com).
  • Mei – November 2015: Head of Group Project Young Leaders for Indonesia by McKinsey&Company.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 48 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 52 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia