Menjembatani Optimisme Makro dan Realitas Mikro
18 Feb 2026 | 09:11 WIB
Dalam berbagai forum ekonomi awal tahun 2026 ini, optimisme terhadap kinerja makro Indonesia kembali ditegaskan. Pertumbuhan sekitar 5%, inflasi terkendali, defisit fiskal dalam batas aman, dan rasio utang yang moderat menjadi fondasi narasi tersebut. Secara statistik, fondasi itu kuat. Di tengah perlambatan global dan biaya dana internasional yang masih tinggi, stabilitas makro Indonesia patut diapresiasi.
Namun ekonomi tidak hidup hanya dalam angka agregat. Ia hadir dalam pengalaman sehari-hari: pada margin usaha, kebutuhan pendidikan anak, cicilan rumah, belanja keperluan pokok, serta keputusan investasi. Di sinilah muncul kebutuhan untuk menjembatani optimisme makro dengan realitas mikro.

