Mulai Minggu Dini Hari, Grab Naikkan Tarif 5 Layanannya
JAKARTA, investor.id - Grab, aplikasi superapp terkemuka di Asia Tenggara, telah menaikkan lima tarif layanannya untuk GrabCar, GrabBike, GrabElectric, GrabExpress, dan GrabFood mulai Minggu (11/9/2022), pukul 00.01 WIB.
Penaikan tarif antara lain dilakukan untuk terus membantu terjaganya pendapatan mitra pengemudi (driver), terutama menjaga dampak dari penaikan BBM, baru-baru ini, serta serta tetap menjaga kestabilan permintaan pasar terhadap layanan Grab.
Penyesuaian tarif Grab dijalankan menyusul penetapan aturan baru tarif transportasi online yang terangkum dalam KP No 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.
Tarif GrabBike
Sementara itu, tarif dasar minimum dan baru GrabBike untuk Zona I yang terdiri atas Sumatera, Bali, dan Jawa (selain Jabodetabek) ditetapkan Rp 8.000-10.000 (0-4 kilometer/km) dan Rp 2.000-2.500/km.
Selanjutnya, tarif dasar minimum Zona II yang terdiri atas Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) Rp 10.200-11.200 (0-4 km) dan Rp 2.550-2.800/km.
Terakhir, tarif dasar minimum Zona III yang terdiri atas Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, serta Maluku dan Papua Rp 9.200-11.000 (0-4 km) dan Rp 2.300-2.750/km. Semua tarif tersebut berlaku setelah dikurangi komisi dan biaya pemesanan.
Grabcar dan Lainnya
Sebagai bagian dari upaya Grab dalam membantu mitra pengemudi dalam menghadapi dampak kenaikan harga BBM, penyesuaian tarif juga diberlakukan untuk layanan GrabCar dan layanan pengantaran, yakni GrabExpress dan GrabFood, serta ada penyesuaian untuk GrabElectric.
Penaikan tarif dasar minimum untuk layanan GrabCar hingga Rp 2.000 atau 10%/km, GrabExpress hingga 1.000/km atau 6%, dan layanan GrabFood naik hingga Rp 1.000/km atau 7%. Kenaikan tarif tersebut diberlakukan berbeda-beda setiap kota.
Diimbangi Promo
Pada waktu bersamaan, Grab pun mendukung agar pengeluaran konsumen lebih hemat dengan memperkenalkan layanan GrabBike Hemat dan Promo Diskon Ngegas GrabCar yang dapat dinikmati pengguna Grab di seluruh Indonesia selama periode yang ditentukan mulai Minggu (11/9/2022).
Kedua inisiatif tersebut di tengah kebijakan penaikan tarif transportasi Grab diharapkan akan bisa membantu untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi yang dinamis.
Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan, penyesuaian tarif serta kehadiran layanan GrabBike Hemat dan promo bagi konsumen merupakan upaya Grab untuk tetap menawarkan pilihan layanan transportasi yang aman dan terjangkau.
“Ini adalah bentuk dukungan Grab terhadap konsumen setia kami sembari memastikan keberlangsungan pemasukan bagi para mitra pengemudi di tengah kondisi yang sarat perubahan seperti saat ini,” ujar Neneng, Minggu (11/9/2022).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler



