Minggu, 21 Juni 2026

Potensi Pasar IoT Indonesia Besar

Penulis : Emanuel Kure
9 Des 2019 | 09:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi manfaat IoT. (Dok mitechnews.com)
Ilustrasi manfaat IoT. (Dok mitechnews.com)

JAKARTA, investor.id - Global Channel Resources (GCR), perusahaan TI berbasis e-commerce dengan fokus business to bussines (B2B) yang bergerak di sektor teknologi internet of things (IoT), mengungkapkan, potensi pasar IoT di Indonesia sangat besar ke depannya.

Hal itu dapat dilihat dari berbagai kebutuhan IoT lintas sektor industri, antara lain sektor manufaktur, logistik, kota pintar (smart city), maupun rumah pintar (smart home) yang belum mengadopsi secara masif. Tingkat adopsi yang belum masif tersebut disebabkan berbagai industri masih mencari bentuk yang tepat untuk diimplementasikan.

“Oleh karena itu, kami terus melakukan edukasi, melakukan pendekatan ke lintas sektor, kementerian, lembaga, maupun asosiasi untuk menawarkan solusi yang dapat kami berikan untuk membantu meningkatkan efektivitas bisnis perusahaan maupun pemerintah,” kata Chairman GCR Tony Tsao di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, saat ini, pihaknya terus melakukan edukasi dengan melakukan roadshow ke kampus-kampus maupun sekolah, serta melakukan uji coba penerapan teknologi IoT dengan berbagai mitra di Indonesia. Hal ini bertujuan supaya masyarakat di Tanah Air memahami dan memaksimalkan potensi yang ada demi mendorong efektivitas bisnisnya.

ADVERTISEMENT

“Kami roadshow ke kampus dan sekolah melakukan edukasi. Selain itu, kami lakukan uji coba dengan berbagai partner di Indonesia. Misalnya, kami uji coba di sektor ritel dengan solusi smart retail dan lainnya. Kebutuhan itu ada, tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Country Manager GCR Indonesia Andi Tanudiredja mengungkapkan, saat ini, adopsi teknologi IoT di Indonesia belum masif karena masih mencari bentuk yang tepat. Tetapi, dia memastikan, ke depannya, adopsi teknologi IoT akan bertumbuh seiring dengan perkembangan teknologi dan bergabai kebutuhan yang terus berubah.

Namun, dia juga menyampaikan, saat ini, terdapat berbagai kendala penerapan teknologi IoT di Indonesia. Beberapa kendala yang muncul di antaranya keterbatasan sumber daya manusia (SDM), permodalan, infrastruktur, dan regulasi.

Dari sisi SDM, Indonesia sebenarnya tidak pernah kekurangan dengan SDM yang andal. Persoalannya, tinggal bagaiamana SDM tersebut dimaksimalkan dengan berbagai pelatihan dan edukasi.

“Kebutuhan sudah ada, tetapi kebutuhan untuk customize, kita butuh SDM. Karena, IoT itu bukan soal sensor saja, tetapi bagaimana aplikasi, atau software yang dapat kita kembangkan, lalu customize,” jelas Andi.

Sementara itu, Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) memperkirakan, nilai pasar IoT Indonesia mencapai Rp 444 triliun pada 2022. Nilai tersebut tumbuh signifikan dibandingkan nilai pasar IoT saat ini masih sekitar Rp 100 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia