Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi manfaat IoT. (Dok mitechnews.com)

Ilustrasi manfaat IoT. (Dok mitechnews.com)

Potensi Pasar IoT Indonesia Besar

Senin, 9 Desember 2019 | 09:30 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Global Channel Resources (GCR), perusahaan TI berbasis e-commerce dengan fokus business to bussines (B2B) yang bergerak di sektor teknologi internet of things (IoT), mengungkapkan, potensi pasar IoT di Indonesia sangat besar ke depannya.

Hal itu dapat dilihat dari berbagai kebutuhan IoT lintas sektor industri, antara lain sektor manufaktur, logistik, kota pintar (smart city), maupun rumah pintar (smart home) yang belum mengadopsi secara masif. Tingkat adopsi yang belum masif tersebut disebabkan berbagai industri masih mencari bentuk yang tepat untuk diimplementasikan.

“Oleh karena itu, kami terus melakukan edukasi, melakukan pendekatan ke lintas sektor, kementerian, lembaga, maupun asosiasi untuk menawarkan solusi yang dapat kami berikan untuk membantu meningkatkan efektivitas bisnis perusahaan maupun pemerintah,” kata Chairman GCR Tony Tsao di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, saat ini, pihaknya terus melakukan edukasi dengan melakukan roadshow ke kampus-kampus maupun sekolah, serta melakukan uji coba penerapan teknologi IoT dengan berbagai mitra di Indonesia. Hal ini bertujuan supaya masyarakat di Tanah Air memahami dan memaksimalkan potensi yang ada demi mendorong efektivitas bisnisnya.

“Kami roadshow ke kampus dan sekolah melakukan edukasi. Selain itu, kami lakukan uji coba dengan berbagai partner di Indonesia. Misalnya, kami uji coba di sektor ritel dengan solusi smart retail dan lainnya. Kebutuhan itu ada, tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Country Manager GCR Indonesia Andi Tanudiredja mengungkapkan, saat ini, adopsi teknologi IoT di Indonesia belum masif karena masih mencari bentuk yang tepat. Tetapi, dia memastikan, ke depannya, adopsi teknologi IoT akan bertumbuh seiring dengan perkembangan teknologi dan bergabai kebutuhan yang terus berubah.

Namun, dia juga menyampaikan, saat ini, terdapat berbagai kendala penerapan teknologi IoT di Indonesia. Beberapa kendala yang muncul di antaranya keterbatasan sumber daya manusia (SDM), permodalan, infrastruktur, dan regulasi.

Dari sisi SDM, Indonesia sebenarnya tidak pernah kekurangan dengan SDM yang andal. Persoalannya, tinggal bagaiamana SDM tersebut dimaksimalkan dengan berbagai pelatihan dan edukasi.

“Kebutuhan sudah ada, tetapi kebutuhan untuk customize, kita butuh SDM. Karena, IoT itu bukan soal sensor saja, tetapi bagaimana aplikasi, atau software yang dapat kita kembangkan, lalu customize,” jelas Andi.

Sementara itu, Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) memperkirakan, nilai pasar IoT Indonesia mencapai Rp 444 triliun pada 2022. Nilai tersebut tumbuh signifikan dibandingkan nilai pasar IoT saat ini masih sekitar Rp 100 triliun.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN