Jumat, 15 Mei 2026

Malaysia Healthcare Expo 2022 Tawarkan Terapi Long Covid hingga Kanker

Penulis : Mardiana Makmun
25 Mar 2022 | 15:58 WIB
BAGIKAN
Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Healthcare Travel Council (tengah) saat jumpa pers di Jakarta
Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Healthcare Travel Council (tengah) saat jumpa pers di Jakarta

JAKARTA, Investor.id – Malaysia Healthcare Expo 2022 (MH Expo 2022) digelar di Jakarta mulai 24-27 Maret 2022 di Central Park Mall. MH Expo 2022 menampilkan berbagai pelayanan kesehatan, mulai penyakit akibat long Covid-19 hingga kanker, dengan beragam penawaran menarik dan harga terjangkau dari sejumlah rumah sakit swasta terkemuka serta perwakilan pariwisata Malaysia.

“Pada 1 April 2022 mendatang akan dibuka  sepenuhnya kembali perbatasan Malaysia. Dengan dibuka kembali perbatasan Malaysia, berbagai rumah sakit swasta, maupun agen perjalanan wisata Malaysia siap menyambut dan terus memperkuat komitmennya memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan secara aman dan terpercaya bagi semua wisatawan,” kata Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Healthcare Travel Council di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Daud mengungkapkan, meski di tengah situasi pandemi, Malaysia tetap menjadi negara pilihan para wisatawan medis dari Indonesia. “Kami melihat popularitas Malaysia semakin meningkat sebagai negara tujuan pilihan dalam hal perawatan kesehatan. Pada pameran MH Expo 2022, kami menawarkan perawatan yang berbeda, yaitu perawatan long Covid-19 serta berbagai penawaran perawatan kesehatan terbaik dalam hal fertilitas, kardiologi, onkologi, Hepatitis C, dan banyak lagi,” ujar Daud yang menghadirkan 79 rumah sakit berkualitas dari 200 rumah sakit yang ada di Malaysia.

Seperti diketahui, akibat pandemi Covid-19, banyak penderita Covid-19 belum sepenuhnya sehat kembali. Kondisi ini dinamakan long Covid, dengan penurunan kualitas organ mulai paru-paru, jantung, ginjal, hingga syaraf otak.

ADVERTISEMENT

Malaysia adalah negara tujuan utama wisatawan medis dari Indonesia, dengan jumlah lebih dari 670.000 kedatangan selama kurun waktu 2019. Tingginya wisatawan Indonesia yang datang umumnya didorong oleh diakuinya Malaysia sebagai negara tujuan perawatan kesehatan yang aman dan terpercaya di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan Malaysia.

Malaysia Healthcare memprioritaskan perawatan yang berkesinambungan kepada semua wisatawan medis yang datang, menawarkan perawatan medis yang berkualitas dan rekreasi dengan pengalaman perjalanan terbaik secara mudah dan menyeluruh, selain tersedianya layanan dan produk medis bersertifikat Halal.

“Kuncinya keberhasilan kami sebagai penyedia wisata medis adalah memberikan kualitas berkelas dunia, mudah diakses, harga terjangkau, serta perawatan secara menyeluruh yang prima dan lancar. Selain itu secara budaya, Malaysia sama dengan Indonesia,” tandas Daud.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia