MRCC Siloam Hospitals Semanggi Membuka Pusat Layanan Pengobatan Terpadu Kanker Payudara
JAKARTA, investor.id - MRCC Siloam Semanggi, Jakarta, membuka Pusat Layanan Pengobatan Terpadu Kanker Payudara atau disebut Breast Cancer Care Alliance (BCCA). BCCA akan memberikan pelayanan one stop service dari screening, diagnosis, pengobatan hingga tindakan secara terpadu sehingga pasien lebih mudah dan cepat mendapat penanganan.
“MRCC Siloam Semanggi merupakan rumah sakit comprehensive cancer center. Komprehensif di sini bukan sekadar lengkap saja, tetai juga fokus melayani satu per satu pasien yang dilakukan oleh sebuah tim. Dengan semangat itu, BCCA didirikan sehingga dokter, perawat, dan seluruh tim melakukan penyembuhan komprehensif Bersama pasien,” kata Deputi President Director of Siloam Hospitals Group Caroline Riady saat meresmikan BCCA MRCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Jumat (28/10/2022).
Caroline berharap, hadirnya BCCA ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. “Tantangannya bagaimana BCCA ini bisa memberikan dampak luas kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Di Siloam sendiri memiliki 12 alat mamografi, termasuk di NTT," ungkap Caroline.
Direktur MRCC Siloam Hospitals Semanggi dr Adityawati Ganggaiswari, MBiomed MARS menegaskan, BCCA adalah pelayanan one stop service untuk pasien kanker payudara. “Layanan yang diberikan dari screening, diagnosis, treatment hingga paliatif dan pasien kanker payudara terminal,” jelas dr Adityawati.
“Dengan adanya BCCA, diharapkan pasien kanker payudara tidak lagi bingung berobat ke mana-mana,” tegas dr Adityawati.
BCCA yang berada di lantai 23, lanjut dr Adityawati, juga menyediakan layanan one day service VC atau potong beku. “Jadi, pasien datang untuk dibiopsi bukan di ruang operasi, tetapi di ruangan khusus, kemudian pemeriksaan patologi. Dalam 2 hari, hasil histologi kimianya sudah keluar. Ini menjadikan tindakan dan pengobatan cepat segera dilakukan karena mengejar waktu, mengingat proses duplikasi sel kanker sangat cepat sekali. Bisa ratusan kali dibanding sel normal,” ujar dr Adityawati.
Kanker Terbanyak di Indonesia
Kanker payudara menempati urutan pertama untuk jumlah kanker terbanyak di Indonesia. Kanker ini juga menjadi penyumbang kematian pertama akibat kanker. Yang harus diwaspadai 1 dari 8 perempuan berisiko mengidap kanker payudara. Sampai saat ini, BCCA sudah menangani 6673 pasien dan sudah melakukan 1044 tindakan operasi kanker payudara.
Mirisnya, sebanyak 70% penderita kanker payudara dideteksi sudah memasuki stadium 3. “karena itu penting untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan sendiri (Sadari) dan mamografi,” kata dokter spesialis BCCA Prof Dr dr Samuel Haryono SpB(K) Onk.
Untuk diketahui, prognosis untuk kemungkinan hidup pasien kanker payudara berkisar 5 tahun. Stadium 1 berkisar 90-95%, stadium 2 berkisar 70-75%, dan stadium 3 dan 4 berkisar 10-25%.
Salah satu pasien yang terdeteksi sudah berada di stadium 3 adalah Ida Sulaiman. Perempuan berusia 63 tahun itu baru terdeteksi menderita kanker payudara stadium 3 pada Maret 2022 lalu.
“Saya syok dideteksi stadium3B ke 4. Apalagi benjolannya kecil sekali, hampir tidak terasa. Tapi setelah mendapat penjelasan lengkap dan menenangkan dari tim dokter di BCCA MRCC Siloam Semanggi, saya jadi optimis menghadapi penyakit ini dan berani menjalani mamografi, masektomi pengangkatan payudara kanan, hingga kemoterapi,” kata Ida yang sudah menjalani 6 kali kemoterapi setiap 3 minggu.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

