Jumat, 15 Mei 2026

Andalkan Ekstrak Buah-buahan, Produk Malaysia Incar Pasar Kecantikan Indonesia

Penulis : Mardiana Makmun
23 Des 2022 | 23:05 WIB
BAGIKAN
Pendiri Coconis, Nina Anwar (kiri) dan pendiri Farra Beauty, Nor Farahiyah (kanan) saat jumpa pers di Jakarta, pertengahan Desember 2022
Pendiri Coconis, Nina Anwar (kiri) dan pendiri Farra Beauty, Nor Farahiyah (kanan) saat jumpa pers di Jakarta, pertengahan Desember 2022

JAKARTA, investor.id – Skincare Farra Beauty dan minuman pelangsing Coconis asal Malaysia, serius membidik pasar Indonesia. Farra Beauty akan membangun pabrik di Indonesia, sedangkan Coconis menggandeng brand ambassador bintang Indonesia.

“ Farra Beauty sudah masuk ke Indonesia sejak 2019 melalui penjualan online di marketplace. Saat ini permintaan di Indonesia terus meningkat,” kata Nor Farahiyah, pemilik Farra Beauty kepada Investor Daily di Jakarta, pekan ini.

Farra Beauty, kata Farra, menawarkan skincare yang berbeda dengan umumnya. “Farra menggunakan esktrak buah-buahan sebagai kandungan utama skincare,” ungkap Farra yang menghadirkan rangkaian skincare mulai cleanser, toner, moisturizer, sunscreen, hingga serum.

Sebagai contoh, moisturizer atau pelembab mengandung ekstrak buah nanas yang mengandung enzim bromelain untuk melembabkan kulit dan mengecilkan pori-pori. Cleanser atau pembersih wajah menggunakan esktrak pepaya untuk membersihkan kotoran dan mengencangkan kulit.

ADVERTISEMENT

“Selain esktrak buah nanas dan papaya, Farra juga menggunakan esktrak timun, lidah Aloe vera (lidah buaya), apel merah, dan apel hijau,” papar Farra yang menjual 1 juta buah skincare di Malaysia per tahun sejak 2008.

Melihat pertumbuhan penjualan di Indonesia yang terus meningkat, Farra optimistis akan membangun pabrik di Indonesia. “Rencana akan membangun pabrik di Indonesia,” tandas Farra.

Pelangsing

Tak mau ketinggalan, produk minuman pelangsing Coconis membidik masyarakat Indonesia yang ingin menurunkan berat badan. “Coconis sudah dipasarkan di Indonesia sejak 2018 bekerja sama dengan Inul Daratista sebagai brand ambassador. Pada 2022 ini kami menggandeng comedian Mak Betty sebagai brand ambassador,” ungkap pemilik Coconis, Nina Anwar.

Nina optimistis, Coconis makin sukses lewat Mak Betty. “Mak Betty banyak disukai emak-emak. Nantinya, setiap provinsi di Indonesia akan ada brand ambassadornya yang memang berasal dari daerah tersebut,” kata Nina.

Soal kehebatan Coconis menurunkan berat badan, Nina menyontohkan dirinya. “Sebelumnya berat badan saya 95 kg. Kakek saya meracik Coconis dari bubuk coklat, ayurveda, dan garcinia. Selama 3 bulan mengonsumsi Coconis, berat badan saya turun menjadi 61 kg,” kata Nina yang menargetkan menjual 1 juta boks Coconis di Indonesia pada 2023.

Kedua produk tersebut, yaitu Farra Beauty dan Coconis sudah mendapat izin BPOM.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia