Penggunaan Galon AMDK Berulang Disebut Tak Sebabkan Kemandulan
JAKARTA, investor.id – Penggunaan galon AMDK (air minum dalam kemasan) secara berulang disebut tidak menyebabkan kemandulan (infertilitas). Ini karena migrasi kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon AMDK sebesar 0,6 bpj masih di bawah batas aman.
“Data mengungkapkan, 75% pasangan akan hamil pada 6 bulan pertama pernikahan. Namun, ada banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang, baik pria maupun wanita mengalami infertilitas sehingga tidak terjadi kehamilan,” ungkap dokter ahli kandungan dr Ervan Surya, SpOG, FICS.
Dr Evan memaparkan, kehamilan dapat terjadi tergantung pada faktor-faktor. Diantaranya sperma yang normal dan sehat, saluran tuba falopii dan uterus yang normal, folikulogenesis yang baik, dan embrio serta endometrium yang baik.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Subianto Lantik Ketua MA Hingga Kepala Badan, Ada Raffi Ahmad dan Yovie WidiantoPada perempuan, infertilitas bisa terjadi karena tidak terjadinya ovulasi/ovulatory disfunction (40%). Sedangkan masalah infertilitas pada laki-laki bisa disebabkan karena adanya varicocele; infeksi akut seperti cacar (smallpox) dan gondongan (mumps); infeksi kronis seperti TB, prostatitis, dan lepra (kusta), hingga disfungsi ereksi.
Kenali juga faktor risiko penyebab infertilitas lainnya, meliputi usia lanjut, obesitas, infeksi menular seksual, tembakau, kondisi medis seperti endometriosis, infeksi panggul, dan gangguan hormon PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
Raffi Ahmad Sah Jadi Utusan Khusus, Yovie Jabat Staf Khusus Presiden
Tidak Ada Korelasi
Terkait anggapan migrasi BPA pada galon AMDK dapat menyebabkan infertilitas dna kelahiran premature, dr Evan memaparkan hal itu tidak ada korelasinya. Ia menyebut, PubMed (Medline) yang ditelusuri dari tahun 2013 hingga 2022 untuk mengidentifikasi studi epimiologis, melaporkan hubungan BPA dengan parameter kesuburan hasil fertilisasi in vitro (IVF), PCOS, dan endometriosis. Mengenai kesuburan secara umum, sebagian besar penelitian melaporkan hubungan terbalik antara BPA dan penanda cadangan ovarium, yaitu AFC dan hormon anti – Mullerian.
“Kadar BPA dan estradiol tidak berkorelasi secara signifikan pada sebagian besar penelitian,” ungkap dr Evan.
Tak hanya itu, lanjut dr Evan, “tidak ditemukan kaitan antara BPA dengan ukuran panjang bayi, lingkar kepala bayi, maupun usia kehamilan,” tambah dr Evan.
Merujuk Penjelasan Badan POM RI Tentang Kandungan Bisfenol A (BPA) pada Kemasan Galon AMDK yang Digunakan Secara Berulang, BPOM mengatakan ‘Sehubungan dengan beredarnya informasi bahwa kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang digunakan secara berulang dapat berpengaruh terhadap kesehatan, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.
Untuk memastikan paparan BPA pada tingkat aman, Badan POM telah menetapkan Peraturan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan. Peraturan ini mengatur persyaratan keamanan kemasan pangan termasuk batas maksimal migrasi BPA maksimal 0,6 bpj (600 mikrogram/kg) dari kemasan PC’.
Tak hanya BPOM, Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) juga menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA karena data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. EFSA menetapkan batas aman paparan BPA oleh konsumen adalah 4 mikrogram/kg berat badan/hari.
Sebagai ilustrasi, seseorang dengan berat badan 60 kg masih dalam batas aman jika mengonsumsi BPA 240 mikrogram/hari. Penelitian tentang paparan BPA (Elsevier, 2017) menunjukkan kisaran paparan sekitar 0,008-0,065 mikrogram/kg berat badan/hari sehingga belum ada risiko bahaya kesehatan terkait paparan BPA. Di Eropa masih polemik, beberapa negara masih belum menerima aturan batu EFSA ini.
“Beberapa penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan kemasan PC termasuk galon AMDK secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA,” tandas dr Evan.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler



