Sabtu, 4 April 2026

Penggunaan Galon AMDK Berulang Disebut Tak Sebabkan Kemandulan

Penulis : Mardiana Makmun
22 Okt 2024 | 16:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi galon air.
Ilustrasi galon air.

JAKARTA, investor.id – Penggunaan galon AMDK (air minum dalam kemasan) secara berulang disebut tidak menyebabkan kemandulan (infertilitas). Ini karena migrasi kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon AMDK sebesar 0,6 bpj masih di bawah batas aman.

“Data mengungkapkan, 75% pasangan akan hamil pada 6 bulan pertama pernikahan. Namun, ada banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang, baik pria maupun wanita mengalami infertilitas sehingga tidak terjadi kehamilan,” ungkap dokter ahli kandungan dr Ervan Surya, SpOG, FICS.

Dr Evan memaparkan, kehamilan dapat terjadi tergantung pada faktor-faktor. Diantaranya sperma yang normal dan sehat, saluran tuba falopii dan uterus yang normal, folikulogenesis yang baik, dan embrio serta endometrium yang baik.

Advertisement

Pada perempuan, infertilitas bisa terjadi karena tidak terjadinya ovulasi/ovulatory disfunction (40%). Sedangkan masalah infertilitas pada laki-laki bisa disebabkan karena adanya varicocele; infeksi akut seperti cacar (smallpox) dan gondongan (mumps); infeksi kronis seperti TB, prostatitis, dan lepra (kusta), hingga disfungsi ereksi.

Kenali juga faktor risiko penyebab infertilitas lainnya, meliputi usia lanjut, obesitas, infeksi menular seksual, tembakau, kondisi medis seperti endometriosis, infeksi panggul, dan gangguan hormon PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

Raffi Ahmad Sah Jadi Utusan Khusus, Yovie Jabat Staf Khusus Presiden

Tidak Ada Korelasi

Terkait anggapan migrasi BPA pada galon AMDK dapat menyebabkan infertilitas dna kelahiran premature, dr Evan memaparkan hal itu tidak ada korelasinya. Ia menyebut, PubMed (Medline) yang ditelusuri dari tahun 2013 hingga 2022 untuk mengidentifikasi studi epimiologis, melaporkan hubungan BPA dengan parameter kesuburan hasil fertilisasi in vitro (IVF), PCOS, dan endometriosis. Mengenai kesuburan secara umum, sebagian besar penelitian melaporkan hubungan terbalik antara BPA dan penanda cadangan ovarium, yaitu AFC dan hormon anti – Mullerian.

“Kadar BPA dan estradiol tidak berkorelasi secara signifikan pada sebagian besar penelitian,” ungkap dr Evan.

Tak hanya itu, lanjut dr Evan, “tidak ditemukan kaitan antara BPA dengan ukuran panjang bayi, lingkar kepala bayi, maupun usia kehamilan,” tambah dr Evan.

Merujuk Penjelasan Badan POM RI Tentang Kandungan Bisfenol A (BPA) pada Kemasan Galon AMDK yang Digunakan Secara Berulang, BPOM mengatakan ‘Sehubungan dengan beredarnya informasi bahwa kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang digunakan secara berulang dapat berpengaruh terhadap kesehatan, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.

Untuk memastikan paparan BPA pada tingkat aman, Badan POM telah menetapkan Peraturan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan. Peraturan ini mengatur persyaratan keamanan kemasan pangan termasuk batas maksimal migrasi BPA maksimal 0,6 bpj (600 mikrogram/kg) dari kemasan PC’.

Tak hanya BPOM, Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) juga menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA karena data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. EFSA menetapkan batas aman paparan BPA oleh konsumen adalah 4 mikrogram/kg berat badan/hari.

Sebagai ilustrasi, seseorang dengan berat badan 60 kg masih dalam batas aman jika mengonsumsi BPA 240 mikrogram/hari. Penelitian tentang paparan BPA (Elsevier, 2017) menunjukkan kisaran paparan sekitar 0,008-0,065 mikrogram/kg berat badan/hari sehingga belum ada risiko bahaya kesehatan terkait paparan BPA. Di Eropa masih polemik, beberapa negara masih belum menerima aturan batu EFSA ini.

“Beberapa penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan kemasan PC termasuk galon AMDK secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA,” tandas dr Evan.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 34 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 56 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 58 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 1 jam yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 2 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia