Jumat, 15 Mei 2026

5 Alasan Mengapa Atlet Harus Gunakan Pesawat untuk Perjalanan Jakarta-Bali demi Jaga Performa

Penulis : Yurike Metriani
19 Nov 2024 | 13:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi atlet bola basket. (Freepik/luis_molinero)
Ilustrasi atlet bola basket. (Freepik/luis_molinero)

JAKARTA, investor.id - Menjaga performa tubuh sebelum kompetisi aadalah hal yang sangat krusial bagi seorang atlet. Oleh karena itu, atlet selalu mementingkan bahwa mereka memiliki waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan bahkan ketika dalam perjalanan. 

Perjalanan dari Jakarta ke Bali yang sering kali menjadi rute penting untuk berbagai acara olahraga atau latihan khusus, membutuhkan moda transportasi yang tepat. Memilih pesawat sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan ini bisa memberikan keuntungan besar bagi atlet. Manfaat ini terutama adalah menjaga tubuh tetap bugar dan menghindari kelelahan. Terlebih tiket pesawat Jakarta-Bali memiliki harga yang relatif terjangkau

Berikut adalah beberapa alasan mengapa perjalanan udara sangat direkomendasikan bagi atlet untuk menjaga performa fisik dan mental agar tetap optimal:

1. Menghemat Energi dan Menghindari Kelelahan

ADVERTISEMENT

Perjalanan darat dari Jakarta ke Bali membutuhkan waktu hingga belasan jam. Tentu ini akan sangat melelahkan bagi atlet. Sementara itu perjalanan pesawat dair Jakarta ke Bali hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.  Perbedaan waktu ini sangat penting. Ini sebab energi yang biasanya terkuras di perjalanan dapat disimpan untuk kegiatan penting seperti pemanasan, latihan, atau persiapan mental sebelum pertandingan.

Perjalanan udara juga memungkinkan atlet menghindari kelelahan fisik yang sering terjadi akibat duduk lama dalam kendaraan darat. Sebaliknya justru mereka bisa tiba di Bali dengan energi yang tetap terjaga dan siap menghadapi aktivitas fisik yang menuntut kondisi tubuh yang bugar.

2. Menghindari Risiko Kram dan Ketegangan Otot 

Atlet membutuhkan kondisi otot dan persendian yang selalu siap dan bebas dari ketegangan. Perjalanan panjang dengan duduk di posisi yang sama dalam kendaraan darat bisa menyebabkan kram, otot menjadi kaku, dan ketegangan pada sendi. Kelelahan otot ini tentu sedikit banyaknya akan memengaruhi performa dan juga berisiko meningkatkan kemungkinan cedera.

Perjalanan udara yang lebih singkat memungkinkan atlet menghindari efek buruk ini. Dalam penerbangan, atlet memiliki ruang untuk melakukan peregangan ringan selama penerbangan, sehingga sirkulasi darah tetap lancar dan otot tetap relaks. Hal ini membantu mereka tiba di tujuan tanpa kram atau ketegangan, sehingga mereka bisa langsung bersiap untuk latihan atau kompetisi dengan tubuh yang masih segar.

3. Mengurangi Stres dan Kelelahan Mental 

Performa atlet juga sangat bergantung pada mental mereka. Perjalanan darat yang panjang sering kali menambah tekanan mental akibat rasa bosan. Stres mental ini dapat menguras energi psikologis yang pada akhirnya dapat memengaruhi fokus dan semangat atlet saat tiba di tujuan.

Perjalanan udara yang singkat mengurangi potensi stres mental ini secara signifikan. Sebab atlet tidak perlu khawatir tentang keterlambatan atau kemacetan. Mereka bisa fokus pada hal-hal lain seperti persiapan mental untuk kompetisi atau strategi untuk latihan. 

4. Mengoptimalkan Waktu Persiapan di Tempat Tujuan

Perjalanan darat yang panjang dari Jakarta ke Bali mengurangi waktu persiapan dan adaptasi yang penting bagi atlet setibanya di tujuan. Dalam perjalanan udara yang singkat, atlet bisa mengoptimalkan waktu mereka di Bali untuk melakukan adaptasi fisik atau mental yang diperlukan, seperti latihan ringan, pemanasan, atau bahkan waktu istirahat tambahan.

Dengan tiba lebih cepat tentu atlet memiliki lebih banyak waktu untuk menyesuaikan tubuh dengan iklim dan lingkungan sekitar. Hal ini sangat penting bagi performa karena waktu adaptasi memungkinkan tubuh lebih siap dan responsif terhadap tantangan fisik yang akan dihadapi.

5. Mengurangi Risiko Cedera Akibat Kelelahan Perjalanan

Kelelahan akibat perjalanan panjang bisa meningkatkan risiko cedera, terutama jika atlet harus melakukan aktivitas fisik berat setibanya di tujuan. Tubuh yang lelah memiliki refleks yang lebih lambat dan otot yang tidak seelastis kondisi normal sehingga lebih rentan terhadap cedera otot atau sendi. Dalam perjalanan udara yang singkat pastinya atlet bisa menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan mengurangi risiko cedera akibat kelelahan.

Menghindari cedera adalah prioritas utama bagi atlet karena cedera bisa berdampak jangka panjang pada karier dan performa. Penggunaan pesawat atlet memunkinkan atlet untuk menjaga kebugaran mereka lebih baik dan memastikan bahwa tubuh mereka siap beraksi tanpa kekhawatiran terhadap cedera yang disebabkan oleh kelelahan.

Perjalanan yang terencana dan nyaman adalah bagian penting dari persiapan bagi seorang atlet. Memilih pesawat sebagai moda transportasi untuk rute Jakarta-Bali memberikan manfaat yang signifikan, menjadikan perjalanan ini sebagai langkah strategis dalam menjaga performa dan memastikan tubuh siap untuk berkompetisi atau berlatih dengan optimal.

Menggunakan pesawat untuk perjalanan dari Jakarta ke Bali membantu atlet menjaga kondisi tubuh tetap prima dan meminimalkan risiko kelelahan. Ini karena perjalanan udara memberikan keunggulan besar bagi atlet yang ingin menjaga performa mereka di level terbaik. Perjalanan udara juga adalah pilihan ideal yang memastikan atlet tiba di Bali dengan energi penuh dan siap menghadapi tantangan.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia