Jumat, 15 Mei 2026

DPR Ungkap Masih Banyak Puskesmas Belum Siap Jalankan Program Cek Kesehatan Gratis

Penulis : Yustinus Patris Paat
20 Feb 2025 | 18:34 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh di Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh di Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh mengungkapkan masih banyak puskesmas di daerah yang belum siap menjalankan salah satu program quick wins Presiden Prabowo Subianto, yakni cek kesehatan gratis atau CKG. Pasalnya, puskesmas tersebut masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas penunjang CKG tersebut.

“Kemarin saya sempat kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah, kita melihat langsung kondisi di lapangan, bagaimana sebenarnya masih banyak puskesmas yang belum siap untuk melakukan CKG. Dan juga kita melihat ternyata secara SDM, sumber daya kita masih kurang. Contoh masih kekurangan yang namanya dokter gigi, kekurangan 40 persen sekian,” ujar Nihayatul saat ditemui di Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).

Menurut Nihayatul, pemerintah harus memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan SDM dan fasilitas kesehatan dalam menyukseskan program CKG. Apalagi, terdapat 2 jenis CKG, yakni CKG ulang tahun yang sudah mulai tanggal 10 Februari 2025 lalu khusus untuk anak dari usia 0-6 tahun dan dewasa berumur di atas 18 tahun.

ADVERTISEMENT

Lalu, program cek kesehatan gratis di sekolah-sekolah yang akan mulai pada tahun ajaran baru Juni-Juli 2025 khusus untuk siswa 7-17 tahun.

“Di satu sisi, ini juga bagus buat kita sehingga kita bisa memetakan kekurangan SDM kita apa dan kebutuhan kedepannya apa. Satu sisi juga kita realistis juga dengan jumlah penduduk kita dan fasilitas kesehatan yang ada. Karena, semuanya tidak bisa ditangani di puskesmas dan rumah sakit yang ada, tetapi juga dengan klinik-klinik swasta, dan ini kita diskusikan bersama, dan dengan BPJS (kesehatan) karena ini nanti yang meng-cover adalah BPJS,” jelas dia.

Lebih lanjut, Nihayatul juga mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara masif hingga ke daerah-daerah soal program CKG ini. Utamanya langkah-langkah bagi petugas kesehatan melakukan jenis-jenis skrining sesuai batasan umur.

“Banyak juga masyarakat, puskesmas-puskesmas yang mereka ini belum tahu bagaimana cara melakukan jenis-jenis skrining tertentu. Jadi, sumber daya manusia harus di-upgrade, sumber daya ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal skill. Kita pikirkan bersama soal itu,” pungkas Nihayatul.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia