DPR Ungkap Masih Banyak Puskesmas Belum Siap Jalankan Program Cek Kesehatan Gratis
JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh mengungkapkan masih banyak puskesmas di daerah yang belum siap menjalankan salah satu program quick wins Presiden Prabowo Subianto, yakni cek kesehatan gratis atau CKG. Pasalnya, puskesmas tersebut masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas penunjang CKG tersebut.
“Kemarin saya sempat kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah, kita melihat langsung kondisi di lapangan, bagaimana sebenarnya masih banyak puskesmas yang belum siap untuk melakukan CKG. Dan juga kita melihat ternyata secara SDM, sumber daya kita masih kurang. Contoh masih kekurangan yang namanya dokter gigi, kekurangan 40 persen sekian,” ujar Nihayatul saat ditemui di Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).
Menurut Nihayatul, pemerintah harus memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan SDM dan fasilitas kesehatan dalam menyukseskan program CKG. Apalagi, terdapat 2 jenis CKG, yakni CKG ulang tahun yang sudah mulai tanggal 10 Februari 2025 lalu khusus untuk anak dari usia 0-6 tahun dan dewasa berumur di atas 18 tahun.
Lalu, program cek kesehatan gratis di sekolah-sekolah yang akan mulai pada tahun ajaran baru Juni-Juli 2025 khusus untuk siswa 7-17 tahun.
“Di satu sisi, ini juga bagus buat kita sehingga kita bisa memetakan kekurangan SDM kita apa dan kebutuhan kedepannya apa. Satu sisi juga kita realistis juga dengan jumlah penduduk kita dan fasilitas kesehatan yang ada. Karena, semuanya tidak bisa ditangani di puskesmas dan rumah sakit yang ada, tetapi juga dengan klinik-klinik swasta, dan ini kita diskusikan bersama, dan dengan BPJS (kesehatan) karena ini nanti yang meng-cover adalah BPJS,” jelas dia.
Lebih lanjut, Nihayatul juga mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara masif hingga ke daerah-daerah soal program CKG ini. Utamanya langkah-langkah bagi petugas kesehatan melakukan jenis-jenis skrining sesuai batasan umur.
“Banyak juga masyarakat, puskesmas-puskesmas yang mereka ini belum tahu bagaimana cara melakukan jenis-jenis skrining tertentu. Jadi, sumber daya manusia harus di-upgrade, sumber daya ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal skill. Kita pikirkan bersama soal itu,” pungkas Nihayatul.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






