Bupati Klaten Hadiri Tradisi Padusan Sambut Ramadan di Umbul Cokro
KLATEN, investor.id - Sejumlah warga termasuk anak-anak berebut gunungan kue apem dan hasil bumi yang disebar saat tradisi padusan di Obyek Mata Air Cokro (OMAC), Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).
Tradisi ini digelar sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Warga memadati area umbul atau mata air alami tersebut. Mereka mengikuti rangkaian pembukaan tradisi padusan yang telah berlangsung turun-temurun setiap menjelang bulan suci Ramadan.
Baca Juga:
Ramadan Menguji Stabilitas PanganTradisi padusan tahun ini semakin semarak dengan prosesi sebar gunungan berisi kue apem serta hasil bumi. Gunungan tersebut diperebutkan warga yang tengah mandi di aliran mata air yang jernih. Sambil berendam dan membersihkan diri, warga dan anak-anak tampak antusias mengambil apem dan hasil bumi yang diyakini membawa berkah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Klaten Purwanto mengatakan, tradisi padusan tahun ini dikemas lebih kental dengan nuansa adat Jawa.
“Tradisi ini bukan sekadar mandi bersama, tetapi juga simbol penyucian diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadan. Tahun ini diawali dengan membawa 17 kendi mata air dari sejumlah sumber mata air di Klaten untuk disatukan dalam air Nyai Gentong,” ujar Purwanto.
Air dari 17 sumber tersebut dibawa oleh para putri Roro Ngangsu dalam kirab menuju Umbul OMAC. Prosesi tersebut menjadi simbol persatuan dan pelestarian sumber daya air di Klaten.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang hadir mengenakan busana adat berwarna merah, turut memimpin prosesi adat siraman. Ia secara langsung menyiramkan air kepada dua Duta Wisata Mbak Mas Kabupaten Klaten sebagai simbol dimulainya tradisi padusan.
“Padusan ini menjadi momentum untuk membersihkan diri dan mempererat kebersamaan masyarakat. Kami berharap tradisi ini terus lestari sekaligus mampu menarik wisatawan,” kata Hamenang.
Tradisi padusan di Umbul OMAC Ngingas sendiri setiap tahunnya selalu dipadati pengunjung, tidak hanya dari wilayah Solo Raya tetapi juga dari sejumlah kota besar lainnya. Mereka datang untuk merasakan sensasi mandi di mata air alami yang dikenal jernih, bersih, dan segar.
Selain sebagai destinasi wisata, Umbul OMAC juga menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar karena airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan digelarnya tradisi ini, masyarakat berharap dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh berkah
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






