Minggu, 21 Juni 2026

Obat Baru GERD Bekerja Cepat Tekan Asam Lambung

Penulis : Mardiana Makmun
20 Apr 2026 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sedang mengalami penyakit asam lambung
Ilustrasi sedang mengalami penyakit asam lambung

JAKARTA, investor.id – Obat baru penyakit refluks gastroesofageal (GERD) bekerja cepat menekan produksi asam lambung dan meredakan gejala baik pada siang maupun malam hari.

Indonesia adalah negara dengan kebutuhan terapi penyakit lambung yang terus meningkat di Asia Tenggara. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan menjadi salah satu negara dengan kebutuhan terapi penyakit lambung yang sangat besar di Asia Tenggara.

Berdasarkan data IQVIA, nilai pasar obat antiulkus di Indonesia mencapai sekitar Rp 2,4 triliun pada tahun 2024. Angka ini diproyeksikan terus tumbuh sekitar 6% per tahun, seiring perubahan pola makan dan meningkatnya prevalensi gangguan lambung.

ADVERTISEMENT

Fakta ini mendorong Daewoong Pharmaceutical Indonesia memperluas akses terhadap pilihan terapi yang inovatif bagi pasien di Indonesia dengan menghadirkan Fexuprazan 40 mg. Obat ini telah resmi memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) untuk indikasi pengobatan esofagitis erosif (erosive esophagitis/EE).

“Persetujuan di Indonesia ini menjadi tonggak penting karena memungkinkan kami menghadirkan opsi terapi baru bagi pasien,” kata Baik In Hyun, Executive Director Indonesia Business Division Daewoong, dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, “Proses evaluasi yang efisien menunjukkan kapabilitas BPOM sebagai otoritas kelas dunia yang telah diakui sebagai WHO Listed Authority (WLA). Hal ini mencerminkan upaya besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.”

Terapi dengan Mekanisme P-CAB

Baik mengungkapkan, selama ini, terapi lini pertama untuk penyakit refluks gastroesofageal (GERD) di Indonesia masih didominasi oleh golongan proton pump inhibitor (PPI). Namun, penggunaan PPI memiliki sejumlah keterbatasan, seperti onset kerja yang relatif lambat karena membutuhkan beberapa hari untuk mencapai efek maksimal, keharusan konsumsi sebelum makan yang menurunkan kenyamanan pasien, variasi respons antar individu, serta keterbatasan farmakologis seperti waktu paruh yang pendek sehingga kurang optimal dalam mengendalikan sekresi asam lambung pada malam hari.

“Sebagai alternatif terapi generasi baru, Fexuprazan hadir dengan mekanisme P-CAB (Potassium-Competitive Acid Blocker) yang bekerja langsung menghambat pompa proton tanpa memerlukan aktivasi oleh asam. Mekanisme ini memungkinkan obat bekerja cepat sejak dosis pertama, serta efektif meredakan gejala baik pada siang maupun malam hari,” jelas Baik.

Baca juga: 

KPK Sebut GERD Akut dan Asma, Alasan Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Selain itu, Fexuprazan dirancang memiliki ketergantungan yang rendah terhadap enzim metabolisme hati CYP2C19, sehingga dapat meminimalkan potensi interaksi antar obat, terutama obat-obatan untuk penyakit jantung, serta mengurangi variasi efektivitas antar pasien. Cara konsumsi obat satu kali sehari tanpa bergantung pada waktu makan juga diharapkan meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.

Perkuat Bukti Klinis

Daewoong juga berkomitmen membangun ekosistem terapi yang berbasis bukti ilmiah melalui kolaborasi erat dengan tenaga medis di Indonesia. Sebagai bagian dari strategi tersebut, Daewoong berencana mengajukan uji klinis fase 3 multi-negara (pengajuan izin uji klinis) kepada BPOM untuk memperluas indikasi Fexuprazan di Korea Selatan dan Indonesia.

“Melalui pengumpulan data klinis yang merefleksikan karakteristik pasien dalam negeri, perusahaan menargetkan terciptanya dasar ilmiah yang lebih relevan dengan praktik medis di Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan tenaga kesehatan terhadap terapi ini,” ujar Baik.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui Indonesian Investigator-Initiated Trial (IIT) yang mengevaluasi Fexuprazan pada pasien gastroesophageal reflux disease (GERD) di tiga rumah sakit rujukan di Jakarta, yakni RS Universitas Indonesia (RSUI), RSI Cempaka Putih, dan RS Menteng Mitra Afia (RSMMA). Studi yang melibatkan 134 pasien ini menghasilkan data klinis yang merefleksikan karakteristik pasien dan respons terapi dalam praktik nyata di Indonesia.

Dalam penelitian tersebut, Fexuprazan 40 mg menunjukkan hasil non-inferiority dibandingkan Esomeprazole 40 mg dalam efektivitas, sekaligus memperlihatkan keunggulan dalam kecepatan perbaikan gejala serta peningkatan outcome yang dilaporkan pasien. Temuan ini menjadi landasan penting untuk memperkuat keyakinan klinis tenaga medis sekaligus mendukung pengelolaan GERD yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasien Indonesia.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia