LIXIL Tawarkan Perspektif Baru soal Air, Sanitasi, dan Kota
JAKARTA,Investor.id -Kualitas ruang hidup tidak lagi dapat dibangun secara terpisah, melainkan membutuhkan integrasi antara desain, riset, inovasi, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap isu keberlanjutan. Kolaborasi adalah kunci dan standar baru untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik.
LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, melihat lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas, mulai dari kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kemajuan pembangunan nasional.
“Melalui sinergi kita dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif. Inilah komitmen yang terus LIXIL dorong bersama ekosistem industri dalam visi dan misi making better homes a reality for everyone, everywhere,” ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Paviliun “OASE: Architecture in the Water Cycle” yang dihadirkan LIXIL dalam ajang ARCH:ID 2026 tampil sebagai manifestasi nyata ketika arsitektur, data lingkungan dan sosial, narasi visual, hingga desain lanskap bersatu dan saling terhubung.
Kolaborasi strategis bersama Mamostudio, Labtek Apung, Sciencewerk, dan Larchstudio sejak tahap inisiasi sukses mentransformasi paviliun OASE menjadi ruang eksplorasi yang mendalam. Pertemuan berbagai disiplin ilmu berhasil menerjemahkan relasi antara air, sanitasi, dan sejarah perkotaan ke dalam sebuah pengalaman ruang yang nyata serta edukatif bagi publik.
Founder Mamostudio Adi Purnomo menjelaskan, paviliun ini lahir dari intensi yang sederhana namun kuat, yaitu merespons isu air dan ruang hidup melalui pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif. Ia menyebut kolaborasi ini bermula dari pertemuan awal dengan LIXIL, di mana visi berbagai pihak langsung terasa sejalan. “OASE menjadi katalisator yang membawa diskusi mengenai air dan arsitektur ke ranah yang lebih luas,” ucap dia.
Wadah Pertukaran Gagasan
Adi mengapresiasi komitmen kuat LIXIL, yang tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menyediakan wadah pertukaran gagasan dan pengetahuan di ekosistem industri. Menurutnya, keterlibatan para peneliti, serta riset yang menjadi fondasi paviliun ini membuktikan bahwa desain arsitektur dapat berkembang melalui dialog dan kontribusi lintas disiplin, serta menjadi representasi perhatian kolektif terhadap isu-isu krusial di kawasan perkotaan.
“Saya berterima kasih karena LIXIL sangat terbuka terhadap ide. LIXIL memfasilitasi ruang dan menawarkan konsep untuk dipikirkan bersama. Core dari paviliun ini sebenarnya adalah penelitian. Ruang ini hanya sebuah representasi dari perhatian kita terhadap satu isu tertentu yang sedang dihadapi di kota kita,” tambah Adi.
Researcher Labtek Apung Novita Anggraini menjelaskan, riset yang diintegrasikan dalam paviliun ini juga dikembangkan secara lintas disiplin dengan melibatkan berbagai keahlian, mulai dari ilmu kimia, ilmu lingkungan, sejarah, arkeologi, hingga teknik lingkungan dan perencanaan kota.
Melalui dukungan LIXIL, riset mengenai sejarah sanitasi dan perkembangan peradaban kota, yang sebelumnya memiliki akses terbatas, kini dapat direfleksikan kepada publik secara lebih luas. Riset ini telah dimulai sejak 2015 dan sebelumnya telah dipresentasikan dalam konferensi internasional di Singapura dan Jerman, namun akses publik di Indonesia masih sangat terbatas.
Baca Juga:
Tekanan Jual di Saham BBCA“Ketika bertemu dengan LIXIL, ini seperti oase. Sebuah riset bertemu dengan ekosistemnya. Semoga paviliun ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk merefleksikan perjalanan kita sebagai sebuah peradaban yang terus merespons perkembangan zaman,” ujar Novita.
Paviliun OASE menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang tersebut dan meraih penghargaan Best Booth Award ARCH:ID 2026. Di sisi lain, LIXIL juga terus mendorong penguatan ekosistem arsitektur melalui program LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD).
LADC 2026 akan dibuka pada 18 Mei hingga 5 Juli 2026 dengan tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES”, sementara LDAD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur. Melalui berbagai inisiatif tersebut, LIXIL menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas disiplin guna menciptakan arsitektur yang lebih adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




