Jumat, 15 Mei 2026

BPS Sebut Kenaikan Harga Bahan Pangan Dorong Inflasi Mei 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
5 Jun 2023 | 15:16 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini 
Sumber: Human BPS
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini Sumber: Human BPS

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan komponen bahan makanan menjadi pendorong terjadinya inflasi pada Mei 2023. Komponen bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,5% dengan andil sebesar 0,1% pada Mei 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan ada empat komoditas bahan makanan yang memberikan andil dominan pada inflasi. Pertama, bawang merah yang tercatat mengalami inflasi sebesar 7,92% dan memberikan andil terbesar ke yaitu 0,03% dalam inflasi Mei 2023.

“Saat ini belum banyak suplai dari produsen bawang merah sehingga produksi belum banyak dan suplai dari produsen belum banyak. Hal ini mengakibatkan pasokan yang masuk belum mencukupi kebutuhan masyarakat,” ucap Pudji Ismartini kepada awak media dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (5/6/2023).

ADVERTISEMENT

Kedua, lanjut Pudji, bawang putih dengan inflasi sebesar 7,07% dan memberikan andil sebesar 0,02% pada inflasi Mei 2023. Pudja mengatakan suplai bawang putih berasal dari impor. Saat ini impor bawang putih diperkirakan belum masuk ke Indonesia secara utuh.

“Sehingga pasokan bawang putih ke pasar tradisional masih terbatas dan mengakibatkan harganya menjadi lebih tinggi,” tutur Pudji.

Sedangkan ketiga, Pudji menyebut daging ayam ras yang mengalami inflasi 2,10% dengan andil 0,03% ke inflasi Mei 2023. Keempat yaitu telur ayam ras yang mengalami inflasi 2,93% dan memberikan andil sebesar 0,02% ke inflasi Mei 2023. Kelima yaitu ikan segar yang mengalami inflasi 0,93% dengan andil 0,02% ke inflasi Mei 2023.

BPS mencatat inflasi secara bulanan atau month to month (mtm) pada Mei 2023 sebesar 0,09%. Inflasi secara tahunan year on year (yoy) sebesar 4% dan tingkat inflasi year to date (ytd) Mei 2023 sebesar 1,10%. Jika dilihat menurut kelompok pengeluaran maka kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 0,48% dan memberikan andil sebesar 0,13% ke inflasi Mei 2023 secara bulanan.

Sedangkan jika dilihat secara tahunan kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 4,27% dan memberikan andil 1,13% ke inflasi Mei 2023 secara tahunan.

“Komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah bawang merah (0,03%), daging ayam ras (0,03%), ikan segar (0,02%), telur ayam ras (0,02%), rokok kretek filter(0,02%), bawang putih (0,02%),” kata Pudji. (ark)

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia