Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Inflasi Tahunan Desember 2023 Turun ke 2,61%

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Jan 2024 | 12:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi inflasi Desember 2023 (B Univese Photo/Joanito De Saojoao)
ilustrasi inflasi Desember 2023 (B Univese Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Desember 2023 sebesar 2,61%. Angka ini lebih rendah dari inflasi tahunan pada November 2023 yang sebesar 2,86%. Tekanan inflasi tahunan mulai mengalami penurunan pada Desember 2023.

“Inflasi pada Desember 2023 adalah 2,61% atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 113,59 pada Desember 2022 menjadi 116,56 pada Desember 2023,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Selasa (2/1/2024).

Amalia mengatakan, jika dikaji berdasarkan kelompok pengeluaran dengan andil terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi 6,18% dan memberikan andil inflasi 1,6% terhadap inflasi Desember 2023. Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini adalah beras (0,53%), cabai merah (0,24%), rokok kretek filter (0,17%), cabai rawit (0,10%), dan bawang putih (0,08%).

ADVERTISEMENT

“Selain itu, beberapa komoditas lain penyumbang terbesar inflasi Desember 2023 adalah emas perhiasan (0,11%), dan tarif angkutan udara (0,08%),” kata dia.

Jika dilihat menurut wilayah maka 90 kota mengalami inflasi tahunan dengan 50 kota mengalami inflasi tahunan di atas inflasi nasional. Menurut Amalia, kika dibandingkan dengan kondisi tahun 2022 hal ini cukup baik mengingat kondisi tahun 2022 terdapat 63 kota mengalami inflasi tahunan yang lebih tinggi dari inflasi nasional.

Pada Desember 2023, dua kota dengan inflasi  tahunan tertinggi adalah Kotabaru (8,65%) dan Sumenep (5,08%) dan dua kota dengan inflasi terendah yaitu Kota Sorong (3,26%) dan Bandung (0,63%). “Komoditas penyumbang inflasi di Kotabaru yaitu tarif angkutan udara( 2,12%), bensin (0,87%), bahan bakar rumah tangga ( 0,87%), beras (0,7%), ikan segar (0,44%),” tutur Amalia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia