Minggu, 21 Juni 2026

Bos BNI (BBNI) Sebut Ekonomi RI Kuat, Tapi Belum Cukup untuk Mencapai Indonesia Emas 2045

Penulis : Prisma Ardianto
8 Okt 2024 | 09:37 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI, Royke Tumilaar saat memberikan sambutan dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/10/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI, Royke Tumilaar saat memberikan sambutan dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/10/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Presiden Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI, Royke Tumilaar menyatakan bahwa fundamental perekonomian Indonesia terbilang kuat dalam menghadapi tantangan domestik dan global. Namun demikian, hal itu belum cukup untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Royke menyampaikan, pandemi dan era suku bunga tinggi memang telah berakhir, namun perekonomian global masih dihadapi dengan situasi VUCA atau volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Ia menyebut risiko geopolitik masih akan tetap tinggi, dimana dunia sekarang dihadapi dengan beberapa konflik seperti antara Rusia-Ukraina dan di kawasan Timur Tengah.

“IMF dan World Bank memperkirakan rata-rata pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih rendah diperkirakan periode sebelum pandemi, dimana di saat sama, dunia harus beradaptasi dengan megatrend seperti digitalisasi, perubahan iklim, tantangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Royke saat memberi sambutan dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, di tengah isu-isu tersebut kita patut bersyukur, lantaran saat ini Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan didukung stabilitas politik yang baik. Di tahun 2024 misalnya, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi ke-2 di antara negara-negara G20 setelah India.

Disiplin fiskal masih terjaga, terefleksi dari utang pemerintah terhadap PDB yang mencapai 39,4% atau lebih rendah dibandingkan rata-rata negara berkembang lainnya. Efektivitas kebijakan moneter dan koordinasi kebijakan pun dapat terkendali dapat terlihat dari stabilitas makro yang baik memasuki semester II-2024.

“Namun, fundamental ekonomi sulit yang diungkapkan di atas belumlah cukup jika kita ingin mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Royke.

Dia menerangkan, masih ada tantangan struktural di jangka menengah yang harus Indonesia hadapi. Tantangan yang dimaksud yaitu penciptaan nilai tambah di sektor ekonomi berbasis kolektif, reformasi pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), optimalisasi peran industri manufaktur, serta penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Visi BNI (BBNI)

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia