Jumat, 15 Mei 2026

Petisi Tolak PPN 12% Diserahkan ke Setneg

Penulis : Zhulfakar
19 Des 2024 | 19:54 WIB
BAGIKAN
Pegiat HAM dan penggemar KPop mengikuti Aksi Kamisan ke-845 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/12/2024). (ANTARA FOTO/Idlan Dziqri Mahmudi)
Pegiat HAM dan penggemar KPop mengikuti Aksi Kamisan ke-845 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/12/2024). (ANTARA FOTO/Idlan Dziqri Mahmudi)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah warga datang ke gedung Sekretariat Negara (Setneg) dan menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis (19/12/2024).

Masyarakat yang melakukan demo menolak kenaikan PPN 12% itu terdiri dari kalangan mahasiswa, akademisi, pecinta anime Jepang (Wibu) hingga penggemar Kpop atau budaya Korea (K-popers).

Inisiator petisi tolak PPN 12%, Risyad Azhary menjadi perwakilan massa aksi untuk menyerahkan petisi itu. Namun, penerimaan dari Setneg hanya sebatas administratif saja. Adapun sebanyak lebih dari 113.000 ribu orang disebut telah menandatangani petisi secara online.

ADVERTISEMENT

“Responnya seperti biasa aja, secara formal aja, secara administratif, gak yang gimana-gimana. Kita kasih suratnya, surat pengantarnya, kita kasih petisinya juga,” kata dia kepada awak media di kawasan depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis (19/12/2024).

Risyad menyampaikan, jika kebijakan tarif PPN 12% tetap dijalankan pemerintah pada 1 Januari 2025, koalisi masyarakat sipil tersebut akan tetap mengawal kebijakan ini sampai dibatalkan. Pihaknya mengaku tak segan untuk melakukan sejumlah langkah yang diperlukan.

Richard merinci bahwa aksi yang akan mereka gelar tentunya beragam, baik secara langsung ataupun aksi melalui media sosial.

“Apapun itu baik aksi langsung, ataupun nanti kita galangkan lagi petisinya, atau kita juga lihat teman-teman ada yang campaign pakai poster, ada yang pakai stiker, dan penyuluhan juga ke warga,” ungkap Richard.

“Karena yang saya lihat hari ini ada upaya-upaya pengaburan supaya PPN ini terlihat tidak terlalu mengaburkan dengan diksi hanya untuk barang mewah, hanya untuk barang premium, gitu ya,” imbuh dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia