Jumat, 15 Mei 2026

Pemangkasan Anggaran K/L hingga Rp 256,1 Triliun Bisa Berdampak ke Kualitas Pelayanan Publik

Penulis : Arnoldus Kristianus
31 Jan 2025 | 19:33 WIB
BAGIKAN
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti apel pertama awal tahun di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024). Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan gaji PNS 2024 sebesar 8 persen dan pensiunan sebesar 12 persen. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom)
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti apel pertama awal tahun di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024). Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan gaji PNS 2024 sebesar 8 persen dan pensiunan sebesar 12 persen. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom)

JAKARTA,investor.id - Upaya pemerintah untuk melakukan pemangkasan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) hingga Rp 256,1 triliun harus dilakukan dengan memperhatikan sejumlah pos anggaran. Dalam hal ini  bila efisiensi  bisa berjalan efektif maka akan menjadi penghematan dalam jumlah besar.

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan bila penghematan bisa dilakukan justru menimbulkan dugaan bahwa selama ini, terdapat anggaran yang tidak efisien dalam jumlah besar.   Pasalnya kebijakan ini mencerminkan lemahnya pengawasan baik oleh Kementerian Keuangan maupun  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Bila Rp 256,1 triliun dapat dipangkas tanpa mengganggu jalannya pemerintahan, maka ini menjadi indikasi bahwa perencanaan anggaran sebelumnya tidak dilakukan dengan baik. Pada kenyataannya, pemangkasan anggaran sebesar ini berpotensi memukul program-program utama yang dijalankan oleh K/L,” kata Achmad pada Jumat (31/1/2025).

ADVERTISEMENT

Bila pemerintah serius dalam efisiensi anggaran, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa dana yang dihemat dialokasikan ke program yang lebih produktif.  Tanpa realokasi yang baik, efisiensi ini justru bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kualitas layanan publik. Bila efisiensi hanya digunakan untuk membiayai program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) atau pembangunan tiga juta rumah tanpa perhitungan matang, kebijakan ini bisa menjadi kontra-produktif.

“Kalangan kelas menengah dan bawah membutuhkan lebih dari sekadar bantuan langsung. Mereka membutuhkan stabilitas harga, ketersediaan pekerjaan, dan akses permodalan yang lebih fleksibel agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan,” tutur Achmad.

Efisiensi yang diarahkan untuk program-program populis bisa diibaratkan seperti memberikan ikan tanpa kail. Ketika bantuan habis, masyarakat kembali menghadapi masalah yang sama.   “Sebaliknya, jika dana efisiensi digunakan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, mengembangkan industri padat karya, dan menurunkan biaya permodalan, maka manfaatnya akan berkelanjutan dan dapat mengangkat kesejahteraan rakyat dalam jangka panjang,” kata dia.

Bila pemerintah serius dalam efisiensi anggaran, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa dana yang dihemat dialokasikan ke program yang lebih produktif.  Tanpa realokasi yang baik, efisiensi ini justru bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kualitas layanan publik. Bila efisiensi hanya digunakan untuk membiayai program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) atau pembangunan tiga juta rumah tanpa perhitungan matang, kebijakan ini bisa menjadi kontra-produktif.

“Kalangan kelas menengah dan bawah membutuhkan lebih dari sekadar bantuan langsung. Mereka membutuhkan stabilitas harga, ketersediaan pekerjaan, dan akses permodalan yang lebih fleksibel agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan,” tutur Achmad.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia