Jumat, 15 Mei 2026

Impor Terkontraksi 15,18% pada Januari 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Feb 2025 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Pekerja memindahkan pupuk dari atas kapal di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Sumatera Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Pekerja memindahkan pupuk dari atas kapal di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Sumatera Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor mencapai US$ 18 miliar pada Januari 2025, menunjukkan kontraksi 15,18% dari posisi Desember 2024 dan kontraksi 2,67% dari posisi Januari 2024.

“Total nilai impor mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan dan terjadi baik pada komoditas migas maupun nonmigas,” ucap Pelaksana Tugas (Plt)Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (17/2/2025).

Nilai impor migas adalah US$ 2,48 miliar pada Januari 2025. Nilai ini menunjukkan kontraksi 24,69% dari posisi bulanan dan kontraksi 7,99% secara tahunan. Penurunan nilai impor migas memberikan andil penurunan 3,84%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, nilai impor nonmigas sebesar US$ 15,52 miliar pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan kontraksi 13,43% dari bulan sebelumnya dan kontraksi 1,76% dari periode Januari 2024.

“Penurunan nilai impor secara bulanan didorong oleh penurunan nilai impor nonmigas yang memberikan andil 11,34%,” tutur dia.

Lebih lanjut, pergerakan impor pada Januari 2025 juga dipengaruhi berdasarkan tiga jenis penggunaan barang. Pertama, impor barang konsumsi sebesar US$ 1,64 miliar pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan kontraksi secara bulanan dan tahunan masing-masing sebesar 28,65% dan 7,16%.

Kedua, impor bahan baku/penolong US$ 13,04 miliar pada Januari 2025. Angka ini menunjukan kontraksi sebesar 13,11% secara bulanan dan secara tahunan terkontraksi 3,15%. Ketiga, impor barang modal sebesar US$ 3,32 miliar pada Januari 2025. Angka itu juga menunjukkan kontraksi sebesar 15,19% secara bulanan tetapi tumbuh 1,74% secara tahunan.

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2025 adalah China US$ 6,34 miliar (40,86%), Jepang US$ 1,15 miliar (7,42%), dan Amerika Serikat US$ 760 juta (4,92%).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia