Presiden Prabowo Belum Terima Laporan Negosiasi dengan AS
JAKARTA, investor.id – Indonesia mengirim delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk bernegosiasi tarif bea masuk dengan Amerika Serikat (AS). Presiden Prabowo Subianto mengatakan belum menerima laporan terkini dari para delegasi itu, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Ini saya belum ketemu Pak Airlangga. Saya enggak tahu jam berapa dia datang. Saya nunggu laporan beliau,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/4/2025), seperti dikutip dari Antara.
Karena alasan itu juga, Presiden Prabowo belum bisa menyampaikan perkembangan terkini hasil negosiasi tarif bea masuk atau impor dengan pihak AS.
Seperti diketahui, Indonesia mengirimkan delegasi tingkat tinggi untuk berunding tarif impor dengan otoritas AS. Indonesia mengambil kesempatan pertama untuk bernegosiasi di antara negara-negara terkena tarif resiprokal AS. Adapun para delegasi dari Indonesia dijadwalkan berunding pada 16-23 April 2025.
Dalam perkembangannya, Indonesia dan AS bersepakat untuk membahas negosiasi tarif secara intensif selama 60 hari ke depan terhitung sejak Minggu (20/4). Dalam perundingan itu, delegasi Indonesia yang dipimpin Airlangga meliputi Anggota Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Sementara itu, delegasi AS dari Kantor Dagang AS (USTR) dipimpin oleh USTR yang langsung dipimpin oleh Jamieson Greer.
Sejumlah isu yang dibahas dalam perundingan itu mencakup perizinan impor, perdagangan digital dan Customs Duties on Electronic Transmissions (CDET), pre-shipment inspections, kewajiban surveyor, serta ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk sektor industri. Tak luput masuk pembahasan adalah implementasi tarif resiprokal dan penguatan akses pasar kedua negara.
Indonesia menjadi beberapa negara yang diterima oleh AS untuk negosiasi pengenaan tarif resiprokal. Selain Indonesia, AS juga saat ini bernegosiasi dengan Vietnam, Jepang, dan Italia.
Sementara dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Airlangga menyampaikan sejumlah tawaran RI untuk AS, di antaranya Indonesia bersedia membeli LPG, gasoline, minyak mentah dari AS.
"Indonesia juga berencana untuk memberi produk agrikultur, antara lain gandum, kacang kedelai, susu kacang kedelai, dan Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika," kata Airlangga saat jumpa pers di Washington D. C. pada Jumat (18/4) minggu lalu.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






