Jumat, 15 Mei 2026

Satgas PHK dan Satgas Deregulasi Bisa Buat Iklim Usaha Lebih Kondusif

Penulis : Chesa Andini Saputra
6 Mei 2025 | 15:27 WIB
BAGIKAN
Ekonom Senior Indef, Aviliani. (Sumber: instagram, @avi.aviliani)
Ekonom Senior Indef, Aviliani. (Sumber: instagram, @avi.aviliani)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior Indef, Aviliani mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia akan segera meluncurkan dua satuan tugas (satgas) baru yang berfokus pada isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Satgas Deregulasi. Kedua satgas ini dinilai penting guna menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap daya beli masyarakat.

“Pemerintah baru membuat satgas, sebentar lagi itu akan diluncurkan. Ada dua satgas kebijakan yaitu terkait PHK, kemudian satgas deregulasi. Nah satgas deregulasi inilah yang akan melibatkan dunia usaha agar segala kebijakan-kebijakan yang menghambat ini bisa dikurangi,” ungkap Aviliani, Selasa (6/5/2025).

Dia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 yang tidak mencapai target 5% atau tepatnya sebesar 4,87% salah satunya disebabkan oleh lemahnya daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

Menurut Aviliani, Satgas PHK dan Satgas Deregulasi dapat membuat ekosistem usaha akan lebih berkualitas dan mampu menarik investasi, yang kemudian berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Ini yang pada gilirannya diharapkan bisa turut mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Di samping itu, Aviliani juga menyoroti persoalan banyaknya pabrik yang tutup karena gangguan oknum organisasi masyarakat (ormas) dalam beberapa waktu terakhir, yang juga membuat para investor mengeluh. Dia menilai, kondisi itu menjadi teguran bagi pemerintah untuk segera bertindak, mencontoh negara lain yang telah memiliki kebijakan perlindungan dan insentif bagi investor.

“Saya setuju bahwa banyak pabrik yang ditutup oleh ormas akhir-akhir ini. Bahkan Gubernur Jawa Barat sudah mulai bersuara, karena ini berisiko tinggi. Jawa Barat adalah wilayah dengan jumlah investasi terbesar, khususnya di sektor pabrik,” jelasnya.

Saat ini, kebijakan Indonesia masih bersifat sektoral, sehingga harus menjadi satu kesatuan untuk menghindari penabrakan kebijakan. Aviliani menyampaikan bahwa investasi semestinya tidak menjadi sulit karena mesti berhubungan dengan banyak pihak, tetapi seharusnya ada satu pihak yang mampu mengurus segala yang diperlukan.

Kedepannya satgas ini diharapkan dapat segera dijalankan secara efektif, demi menghapus keraguan investor sehingga menarik para investor ke Indonesia. Pemerintah harus tegas terhadap masalah ormas ataupun gangguan lainnya yang dapat mengganggu iklim usaha.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia