Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkeu Minta Pagu Anggaran Ditambah Rp 4,88 Triliun pada 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
14 Jul 2025 | 15:55 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) di Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) di Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan tambahan anggaran belanja sebesar Rp 4,88 triliun, sehingga pagu indikatif untuk Tahun Anggaran Kementerian Keuangan menjadi Rp 52,02 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pada awalnya pagu indikatif Kementerian Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2026 sebesar Rp 47,13 triliun. Jika tanpa alokasi untuk Badan Layanan Umum (BLU) pagu indikatif Kemenkeu sebesar Rp 37,76 triliun.

Tambahan anggaran sebesar Rp 4,88 triliun akan digunakan untuk menjalankan program strategis Kemenkeu.

ADVERTISEMENT

“Secara keseluruhan kami ingin mengusulkan usulan pagu anggaran Kementerian Keuangan tahun 2026 sebesar Rp 52,02 triliun, yaitu Rp 47,13 triliun ditambah Rp 4,88 triliun. Ini kami usulkan sebagai alokasi anggaran yang optimal untuk melaksanakan tugas dan fungsi selaku pengelola fiskal,” ucap Suahasil dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Senin (14/7/2025).

Pagu indikatif Kemenkeu sebesar Rp 47,13 triliun dialokasikan untuk belanja pegawai, operasionalisasi kantor, serta pelaksanaan tugas dan fungsi dasar minimal.

Tambahan anggaran sebesar Rp 4,88 triliun akan digunakan untuk dukungan pencapaian target penerimaan sebesar Rp 1,2 triliun; layanan mandatori dan prioritas sebesar Rp 1,74 triliun; belanja TIK yang belum terdanai sebesar Rp 1,9 triliun; sebesar kebutuhan dasar unit eselon I baru Rp 41,32 miliar.

Untuk pagu indikatif yang diterima, dialokasikan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dasar melalui 5 program yaitu program kebijakan fiskal; program pengelolaan penerimaan negara; program pengelolaan belanja negara; program pengelolaan perbendaharaan kekayaan negara dan risiko; serta program dukungan manajemen.

“Pagu indikatif yang diterima akan dialokasikan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dasar melalui 5 program,” terang dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia