Investasi Asing Dominan di Proyek Hilirisasi
JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan realisasi investasi sektor hilirisasi pada semester I-2025 mencapai Rp 280,8 triliun pada semester I-2025. Jika dilihat dari negara asal investor, realisasi investasi sektor hilirisasi didominasi oleh investor asing.
“Memang kalau hilirisasi kembali saya sampaikan memang (peran investor) asing masih tinggi sekali. Kurang lebih secara persentase investor asing 72,5% dan dalam negeri sebesar 27,5% karena pengembangan baterai kendaraan listrik ini teknologinya berevolusi sangat cepat,” ucap Rosan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Selasa (29/7/2025).
Rosan menuturkan, hilirisasi komoditas tambang membutuhkan pengembangan secara insentif. Oleh karena itu, dibutuhkan riset dan pengembangan (R&D) secara konsisten dengan teknologi mutakhir.
“Karena riset dan development-nya juga sangat besar. Sejak kita menginginkan investasi yang masuk di Indonesia ini yang latest update dari teknologinya. Dan ini yang kita dapat dari investasi yang masuk,” tutur dia.
Dalam catatan Rosan, realisasi investasi hilirisasi di komoditas mineral mencapai Rp 193,8 triliun. Jumlah ini terbagi dalam nikel sebesar Rp 94,1 triliun; besi baja sebesar Rp 21,5 triliun; tembaga sebesar Rp 40 triliun; timah sebesar Rp 3,5 triliun; bauksit sebesar Rp 27,7 triliun; serta komoditas lainnya meliputi pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal buton, logam tanah jarang dengan total nilai sebesar Rp 7 triliun.
Adapun pengembangan nikel dilakukan agar dapat menjadi bahan baku utama dari ekosistem kendaraan listrik. “Kalau boleh saya sampaikan, reserve nikel di dunia ini 42,5% itu adanya di Indonesia,” terang Rosan.
Secara keseluruhan realisasi investasi pada semester I-2025 mencapai Rp 942,9 triliun atau mencapai 49,5% dari target investasi tahun 2025 yang sebesar Rp 1.905,6 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi pertumbuhan 13,6% Dari realisasi investasi ini tercatat terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.259.868 orang.
Bila dirinci, realisasi investasi dalam bentuk penanaman modal asing sebesar Rp 432,6 triliun atau 45,9% dari total realisasi investasi. Sedangkan investasi dalam bentuk penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 510,3 triliun atau 54,1% dari total realisasi investasi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






