Sabtu, 4 April 2026

Menkop: Saatnya Pelaku Usaha Lokal Kuasai Gerai Ritel Kopdes/Kel Merah Putih 

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Feb 2026 | 17:07 WIB
BAGIKAN
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (Dok. Kementerian Koperasi)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (Dok. Kementerian Koperasi)

JAKARTA,investor.id – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan menjadi wadah yang mengelola seluruh  potensi ekonomi yang dimiliki daerah. Nantinya, potensi tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat desa.

"Saatnya sekarang seluruh pelaku usaha lokal untuk memproduksi sendiri aneka kebutuhan masyarakat. Hasil produksinya, akan diprioritaskan untuk dijual di gerai-gerai ritel Kopdes Merah Putih," ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (17/2/2026).

Kemenkop terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta modernisasi tata kelola koperasi, agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.  Dengan harapan desa-desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan pasar regional dan nasional. Lebih dari itu, Menkop juga menegaskan bahwa eksistensi Kopdes Merah Putih ke depan dapat menjadi alternatif penciptaan banyak lapangan kerja, khususnya bagi kalangan Gen Z.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut Ferry mengatakan bahwa Banten merupakan provinsi dengan potensi ekonomi yang sangat besar dan strategis. Beberapa sektor unggulan yang dapat menjadi penggerak koperasi antara lain industri dan manufaktur, perdagangan dan jasa, perikanan dan kelautan, termasuk potensi pariwisata.  Bahkan, kedekatan dengan Provinsi Jakarta juga menjadikan Banten sebagai simpul distribusi nasional. Jika seluruh potensi ini dikonsolidasikan dalam ekosistem koperasi yang modern dan terdigitalisasi, maka koperasi Banten akan naik kelas.

"Di sinilah pentingnya peran Dekopinwil (Dewan Koperasi Indonesia Wilayah) sebagai penggerak, pengarah, dan penghubung antar koperasi," kata Menkop.

Sementara itu, Asisten Daerah II Pemprov Banten Budi Santo mengatakan mekoperasi layak dibangun dan dikembangkan karena memiliki banyak peran sosial bagi masyarakat.  Diantaranya, menjadi forum konsolidasi bagi seluruh elemen ekonomi di desa-desa, sebagai agregator dari produk-produk UMKM, hingga menjadi daya tawar bagi anggota di pasar.

"Kalau koperasi berjalan dengan baik, para rentenir dan tengkulak tidak akan bisa masuk ke desa-desa," kata Budi.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 3 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 7 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 11 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 37 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 40 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia