Sabtu, 4 April 2026

Core Proyeksi Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5%, Ditopang Belanja Negara Rp 800 T

Penulis : Bambang Ismoyo
17 Feb 2026 | 17:57 WIB
BAGIKAN
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Mohammad Faisal. (Foto: Tangkapan Layar/ B-Universe)
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Mohammad Faisal. (Foto: Tangkapan Layar/ B-Universe)

JAKARTA, investor.id – Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik mampu mencapai angka 5,5% pada kuartal I-2026. Optimisme ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga serta masifnya belanja pemerintah, termasuk berbagai stimulus yang dikucurkan menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.

Ekonom Senior Core Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa agresivitas pemerintah dalam menggelontorkan anggaran belanja hingga Rp 800 triliun pada triwulan pertama menjadi mesin utama penggerak ekonomi. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari diskon tarif layanan transportasi dan tol, hingga percepatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN.

Kan ada THR, pemerintah juga menggelontorkan belanjanya sampai Rp 800 triliun, yang salah satunya adalah stimulus. Tentu bisa jadi sampai ke angka 5,5%,” ungkap Mohammad Faisal saat dihubungi, Selasa (17/2/2026).

Faisal memaparkan bahwa meskipun terdapat empat pilar penunjang ekonomi domestik—yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor—kontribusi dari sektor investasi dan ekspor neto diprediksi belum optimal pada awal tahun ini.

Advertisement

Menurut dia, investasi diperkirakan hanya tumbuh moderat, sementara surplus perdagangan berpotensi mengecil dibandingkan kuartal sebelumnya.

Oleh karena itu, tumpuan pertumbuhan sepenuhnya berada pada sisi konsumsi dan belanja negara. Dengan dua motor penggerak tersebut, angka 5,5% dinilai sebagai batas bawah yang realistis dari target pemerintah. Namun, Faisal memberikan catatan kritis terhadap target yang lebih tinggi.

“Karena 2 faktor sumber pertumbuhan ekonomi itu digenjot, maka bisa jadi ke 5,5%. Tapi kalau untuk 6% saya pikir masih jauh,” pungkas Faisal.

Melalui kombinasi stimulus fiskal dan momentum hari besar keagamaan, perputaran ekonomi diharapkan merata ke berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas daya beli di tengah dinamika ekonomi global.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 3 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 7 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 11 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 37 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 40 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia