Core Proyeksi Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5%, Ditopang Belanja Negara Rp 800 T
JAKARTA, investor.id – Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik mampu mencapai angka 5,5% pada kuartal I-2026. Optimisme ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga serta masifnya belanja pemerintah, termasuk berbagai stimulus yang dikucurkan menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
Ekonom Senior Core Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa agresivitas pemerintah dalam menggelontorkan anggaran belanja hingga Rp 800 triliun pada triwulan pertama menjadi mesin utama penggerak ekonomi. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari diskon tarif layanan transportasi dan tol, hingga percepatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN.
“Kan ada THR, pemerintah juga menggelontorkan belanjanya sampai Rp 800 triliun, yang salah satunya adalah stimulus. Tentu bisa jadi sampai ke angka 5,5%,” ungkap Mohammad Faisal saat dihubungi, Selasa (17/2/2026).
Faisal memaparkan bahwa meskipun terdapat empat pilar penunjang ekonomi domestik—yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor—kontribusi dari sektor investasi dan ekspor neto diprediksi belum optimal pada awal tahun ini.
Menurut dia, investasi diperkirakan hanya tumbuh moderat, sementara surplus perdagangan berpotensi mengecil dibandingkan kuartal sebelumnya.
Oleh karena itu, tumpuan pertumbuhan sepenuhnya berada pada sisi konsumsi dan belanja negara. Dengan dua motor penggerak tersebut, angka 5,5% dinilai sebagai batas bawah yang realistis dari target pemerintah. Namun, Faisal memberikan catatan kritis terhadap target yang lebih tinggi.
“Karena 2 faktor sumber pertumbuhan ekonomi itu digenjot, maka bisa jadi ke 5,5%. Tapi kalau untuk 6% saya pikir masih jauh,” pungkas Faisal.
Melalui kombinasi stimulus fiskal dan momentum hari besar keagamaan, perputaran ekonomi diharapkan merata ke berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas daya beli di tengah dinamika ekonomi global.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






