Sabtu, 4 April 2026

Utang Luar Negeri Naik Jadi US$ 431,7 Miliar pada Triwulan IV-2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Feb 2026 | 12:20 WIB
BAGIKAN
Kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Jakarta tampak pada sore hari yang mendung dalam foto tanpa tanggal. (Foto: B-Universe/ Rommy)
Kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Jakarta tampak pada sore hari yang mendung dalam foto tanpa tanggal. (Foto: B-Universe/ Rommy)

JAKARTA,investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia naik menjadi US$ 431,7 miliar pada triwulan IV-2025. ULN lebih tinggi US$ 4,1 miliar dari posisi triwulan III-2025 yang sebesar US$ 427,6 miliar.

“Perkembangan posisi ULN triwulan IV-2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu(18/2/2026).

Ramdan menjelaskan bahwa kondisi struktur ULN Indonesia tetap sehat karena  pengelolaan ULN dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

Advertisement

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” jelas Ramdan.

Posisi ULN pemerintah pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar US$ 214,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan III-2025 sebesar US$210,1 miliar. Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada surat berharga negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Penggunaan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,1% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,8%), jasa pendidikan (16,2%), konstruksi (11,7%), serta transportasi dan pergudangan (8,6%).

“Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah,” terang Ramdan.

Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$192,8 miliar pada triwulan IV-2025, menurun dibandingkan dengan posisi triwulan III-2025 sebesar US$194,5 miliar. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations). Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9% terhadap total ULN swasta.

“ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3% terhadap total ULN swasta,” tutur Ramdan.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 9 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 35 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 38 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia