President Club Bahas Kolaborasi Tiga Pilar demi Ekonomi 8%
Prof Telisa mencontohkan strategi Chili yang berhasil memanfaatkan komoditas unggulan sebagai penggerak ekonomi. Bagi Indonesia, sektor mineral dan hilirisasi dinilai dapat menjadi game changer, asalkan didukung roadmap kelembagaan yang kuat.
“Hilirisasi di sektor manufaktur, farmasi, petrokimia, elektronik seperti semikonduktor, hingga kendaraan listrik (EV) harus diprioritaskan,” ujarnya.
Di sisi lain, UMKM yang berkontribusi sekitar 60% terhadap ekonomi nasional dan menyerap 97% tenaga kerja tetap perlu didorong naik kelas agar produktivitas dan kontribusinya meningkat.
Executive Director President Club Prof Chandra Setiawan menekankan, pentingnya regulasi yang pro-pertumbuhan, menjaga stabilitas, serta menciptakan keadilan bagi pelaku usaha. Ia menyoroti perlunya level playing field antara ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dengan warung tradisional, agar pertumbuhan tidak mematikan usaha kecil.
Selain itu, Prof Chandra mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Ketimpangan ini, jika tidak diatasi, dapat menghambat pencapaian target 8%. “Regulasi keuangan, perdagangan, dan investasi harus koheren dan tidak saling bertabrakan. Akademisi juga harus dilibatkan sejak awal dalam perumusan kebijakan,” tegasnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






