Minggu, 21 Juni 2026

Top Berita Ekonomi Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026

Penulis : Prisma Ardianto
4 Mar 2026 | 21:17 WIB
BAGIKAN
Logo lembaga keuangan Fitch Ratings di sebuah gedung di kawasan bisnis dan perbelanjaan Canary Wharf London. (Foto: Bloomberg / Getty Images)
Logo lembaga keuangan Fitch Ratings di sebuah gedung di kawasan bisnis dan perbelanjaan Canary Wharf London. (Foto: Bloomberg / Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Rabu (4/3/2026), mulai dari outlook negatif dari Fitch, IHSG jatuh, hingga nasib rupiah terombang-ambing.

Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:

1. Net Sell Asing Sedikit saat IHSG Jatuh Dalam

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambles 362,7 poin (-4,57%) ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Meski begitu, investor asing malah tidak agresif melakukan transaksi jual bersih (net sell) saham.

ADVERTISEMENT

Adapun net sell asing di seluruh pasar hari ini hanya sebesar Rp 118 miliar. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 6,8 triliun–berdasarkan data BEI.

Baca selengkapnya

2. Susul Moody’s, Giliran Fitch Pangkas Outlook RI Jadi Negatif

Lembaga pemeringkat kredit global, Fitch Ratings, memangkas prospek (outlook) peringkat (rating) kredit Indonesia dari stabil ke negatif dan tetap mengafirmasi rating utang pada level BBB atau kasta terbawah dalam kategori layak investasi (investment grade).

Revisi outlook peringkat kredit ini bukan tanpa sebab. Fitch dalam dokumen resminya yang dipublikasi, Rabu (4/3/2026) mencatat, penurunan prospek tersebut dipicu oleh menguatnya ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran atas melemahnya kredibilitas dan konsistensi bauran kebijakan Indonesia di tengah semakin terpusatnya pengambilan keputusan.

Kondisi tersebut, dalam pandangan Fitch, berpotensi melemahkan prospek fiskal Indonesia dalam jangka menengah dan menjadi sentimen buruk di benak investor, serta memberikan tekanan pada ketahanan eksternal.

Baca selengkapnya

3. Revisi Outlook Fitch Bisa Picu Kenaikan Yield SBN

Keputusan lembaga pemeringkat Fitch Ratings untuk menurunkan prospek (outlook) dalam Peringkat Gagal Bayar Penerbit Jangka Panjang Mata Uang Asing dari stable menjadi negatif berpotensi meningkatkan risiko terkait penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai revisi outlook tersebut akan menyebabkan terjadinya kenaikan imbal hasil (yield) SBN dalam jangka pendek. Perubahan outlook juga dapat berimbas ke stabilitas nilai tukar rupiah dan modal asing di pasar keuangan domestik.

“Sentimen tersebut juga dapat memberi tekanan tambahan pada rupiah, terutama jika diiringi tensi geopolitik dan capital outflows. Namun karena rating tetap berada pada level investment grade, dampak pasar kemungkinan lebih bersifat repricing risiko jangka pendek,” ucap Andry pada Rabu (4/3/2026).

Baca selengkapnya

4. Rupiah Terombang-ambing Konflik Iran vs AS-Israel dan Outlook Fitch

Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi sulit keluar dari zona merah.

Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah 20 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 60 poin di level Rp 16.892 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.872.

Prospek rupiah terus melemah imbas sentimen eksternal yang terus meluas terkait konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah, yang membebani arus minyak global. Pasalnya, konflik tersebut memicu penutupan jalur kapal pengangkut minyak strategis Selat Hormuz.

Dari sisi internal, kurs rupiah diproyeksi melemah setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Baca selengkapnya

5. Drone Iran Disebut Kembali Hantam Kilang Minyak Terbesar Saudi Aramco

Stabilitas energi dunia kembali terguncang setelah fasilitas kilang Ras Tanura milik raksasa minyak Saudi Aramco dihantam serangan drone pada Rabu (4/3/2026). Kompleks ini merupakan rumah bagi kilang domestik terbesar Arab Saudi sekaligus pilar utama sektor energi kerajaan tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah pernyataan resmi. "Sebuah upaya serangan menargetkan kilang Ras Tanura. Penilaian awal menunjukkan serangan dilakukan oleh pesawat tanpa awak (drone)," ujarnya.

Beruntung, otoritas setempat melaporkan tidak ada kerusakan serius dalam insiden terbaru ini.

Baca selengkapnya

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia