Top Berita Ekonomi Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026
JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Rabu (4/3/2026), mulai dari outlook negatif dari Fitch, IHSG jatuh, hingga nasib rupiah terombang-ambing.
Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1. Net Sell Asing Sedikit saat IHSG Jatuh Dalam
Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambles 362,7 poin (-4,57%) ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Meski begitu, investor asing malah tidak agresif melakukan transaksi jual bersih (net sell) saham.
Adapun net sell asing di seluruh pasar hari ini hanya sebesar Rp 118 miliar. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 6,8 triliun–berdasarkan data BEI.
2. Susul Moody’s, Giliran Fitch Pangkas Outlook RI Jadi Negatif
Lembaga pemeringkat kredit global, Fitch Ratings, memangkas prospek (outlook) peringkat (rating) kredit Indonesia dari stabil ke negatif dan tetap mengafirmasi rating utang pada level BBB atau kasta terbawah dalam kategori layak investasi (investment grade).
Revisi outlook peringkat kredit ini bukan tanpa sebab. Fitch dalam dokumen resminya yang dipublikasi, Rabu (4/3/2026) mencatat, penurunan prospek tersebut dipicu oleh menguatnya ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran atas melemahnya kredibilitas dan konsistensi bauran kebijakan Indonesia di tengah semakin terpusatnya pengambilan keputusan.
Kondisi tersebut, dalam pandangan Fitch, berpotensi melemahkan prospek fiskal Indonesia dalam jangka menengah dan menjadi sentimen buruk di benak investor, serta memberikan tekanan pada ketahanan eksternal.
3. Revisi Outlook Fitch Bisa Picu Kenaikan Yield SBN
Keputusan lembaga pemeringkat Fitch Ratings untuk menurunkan prospek (outlook) dalam Peringkat Gagal Bayar Penerbit Jangka Panjang Mata Uang Asing dari stable menjadi negatif berpotensi meningkatkan risiko terkait penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai revisi outlook tersebut akan menyebabkan terjadinya kenaikan imbal hasil (yield) SBN dalam jangka pendek. Perubahan outlook juga dapat berimbas ke stabilitas nilai tukar rupiah dan modal asing di pasar keuangan domestik.
“Sentimen tersebut juga dapat memberi tekanan tambahan pada rupiah, terutama jika diiringi tensi geopolitik dan capital outflows. Namun karena rating tetap berada pada level investment grade, dampak pasar kemungkinan lebih bersifat repricing risiko jangka pendek,” ucap Andry pada Rabu (4/3/2026).
4. Rupiah Terombang-ambing Konflik Iran vs AS-Israel dan Outlook Fitch
Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi sulit keluar dari zona merah.
Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah 20 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 60 poin di level Rp 16.892 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.872.
Prospek rupiah terus melemah imbas sentimen eksternal yang terus meluas terkait konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah, yang membebani arus minyak global. Pasalnya, konflik tersebut memicu penutupan jalur kapal pengangkut minyak strategis Selat Hormuz.
Dari sisi internal, kurs rupiah diproyeksi melemah setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
5. Drone Iran Disebut Kembali Hantam Kilang Minyak Terbesar Saudi Aramco
Stabilitas energi dunia kembali terguncang setelah fasilitas kilang Ras Tanura milik raksasa minyak Saudi Aramco dihantam serangan drone pada Rabu (4/3/2026). Kompleks ini merupakan rumah bagi kilang domestik terbesar Arab Saudi sekaligus pilar utama sektor energi kerajaan tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah pernyataan resmi. "Sebuah upaya serangan menargetkan kilang Ras Tanura. Penilaian awal menunjukkan serangan dilakukan oleh pesawat tanpa awak (drone)," ujarnya.
Beruntung, otoritas setempat melaporkan tidak ada kerusakan serius dalam insiden terbaru ini.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






