Sabtu, 20 Juni 2026

Di Balik Lonjakan IHSG, Ada Peran Besar 10 Saham

Penulis : Erta Darwati
20 Jun 2026 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)

JAKARTA, investor.id – Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir.

Ada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan lain-lain.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami penguatan sebesar 2,8% sehingga ditutup pada level 6.177,1 pada pekan ini dari posisi 6.007,6 pada pekan lalu. 

Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga melonjak sebesar 2,5% menjadi Rp 10.788 triliun dari Rp 10.524 triliun pada pekan sebelumnya, atau bertambah Rp 264 triliun.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode perdagangan 15-19 Juni 2026 saham BBCA menjadi penggerak IHSG terbesar.

BBCA menyumbang 35,13 poin terhadap IHSG, dengan kenaikan harga 6,3% dan kapitalisasi pasar saham free float atau saham publik (market capitalization free float/MCFF) sebesar Rp 263,27 triliun.

Kemudian, saham MORA dan BYAN. Kontribusi MORA terhadap IHSG sebesar 26,45 poin, dengan kenaikan harga 23,3% dan MCFF Rp 62,4 triliun. Sedangkan BYAN 20,6 poin, 13,4%, dan Rp 77,9 triliun.

Diikuti, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). BRMS menyumbang 19,51 poin, dengan kenaikan harga 24,5% dan MCFF Rp 44,19 triliun.

Sedangkan CASA sebesar 15,49 poin, dengan kenaikan harga 19,2% dan MCFF Rp 42,87 triliun, serta BBRI sebesar 12,54 poin, 2,8%, dan Rp 204,95 triliun.

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

AMMN berkontribusi 11,24 poin, dengan kenaikan harga 10,7% dan MCFF Rp 51,77 triliun. MDKA 11,33 poin, dengan kenaikan 10,9% dan MCFF Rp 51,42 triliun.

Lalu, saham BMRI 8,61 poin, 2,6%, dan Rp 150,42 triliun. Terakhir, TPIA 4,34 poin, 11,3%, dan Rp 19 triliun.

Top Cuan

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 29 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 44 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia