Pemerintah Targetkan Hemat Rp 263 T dari Kebijakan WFH hingga MBG
JAKARTA, investor.id – Pemerintah memproyeksikan total penghematan anggaran negara mencapai rentang Rp 254,4 triliun hingga Rp 263,4 triliun melalui implementasi "8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional". Langkah masif ini mencakup kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH), refocusing belanja kementerian/lembaga (K/L), efisiensi program makan bergizi gratis (MBG), hingga akselerasi energi terbarukan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa rangkaian kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya mitigasi dan antisipasi terhadap dinamika ekonomi global yang diberlakukan secara bertahap mulai 1 April 2026.
Salah satu pilar utama transformasi ini adalah pemberlakuan WFH satu hari pada Jumat dalam sepekan bagi ASN pusat dan daerah. Pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50%. Namun efisiensi tidak berlaku bagi operasional dan kendaraan listrik, yang sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik. Sederet kebijakan itu diyakini akan berdampak langsung pada pengurangan beban kompensasi energi.
“Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara itu total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp 59 triliun,” ucap Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).
Pemerintah juga melakukan penajaman belanja K/L dengan mengalihkan anggaran dari kegiatan seremonial dan perjalanan dinas ke alokasi produktif, termasuk rehabilitasi bencana di Sumatra.
“Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga, serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran. Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” tutur Airlangga.
Di sektor energi, implementasi program B50 yang dimulai pada 1 Juli 2026 diperkirakan mampu mengurangi penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter. “Dalam satu tahun, tentu ini dalam 6 bulan ada penghematan dari fosil dan juga ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp 48 triliun,” imbuh Airlangga.
Sektor sosial juga menyumbang angka efisiensi melalui optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan pada penyediaan makanan segar lima hari seminggu, dengan tetap memprioritaskan daerah 3T dan wilayah stunting tinggi.
“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun,” imbuh Airlangga.
Seluruh rangkaian kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi struktural untuk menciptakan ekonomi yang lebih efisien dan berdaya tahan. Pemerintah pun mengajak dunia usaha dan masyarakat untuk tetap produktif serta mendukung transformasi budaya kerja baru ini.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






