Sabtu, 20 Juni 2026

Pemerintah Buka Peluang Turunkan Harga Pertamax

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
18 Jun 2026 | 21:49 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (B-Universe Photo/Celvin Moniaga Sipahutar)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (B-Universe Photo/Celvin Moniaga Sipahutar)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah tetap membuka opsi untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, setelah tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski begitu, langkah konkret masih bergantung pada implementasi kesepakatan tersebut dan efeknya ke perkembangan harga minyak ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan dampak perdamaian tersebut terhadap harga energi global belum bisa langsung diterjemahkan menjadi penyesuaian harga BBM di dalam negeri.

“Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Airlangga, pembukaan kembali Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Namun, efektivitasnya masih bergantung pada implementasi kesepakatan yang telah dicapai kedua negara.

“Ini kan tidak otomatis (harga minyak dunia turun), kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian,” ujarnya.

Pasar energi global merespons positif perkembangan kesepakatan sementara AS-Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) dan menyentuh level terendah sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Perkembangan itu meningkatkan prospek pasokan energi global dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi minyak dunia. Berdasarkan data Oilprice pada Kamis malam, minyak WTI sebesar US$ 73,94 per barel (-3,89%) dan Brent berada di posisi 76,95 per barel (-3,27%).

Pemerintah Buka Peluang Turunkan Harga Pertamax
Daftar harga terbaru BBM Pertamina. (Ilustrasi: Investor Daily)

Perkembangan ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi pada 10 Juni 2026 seiring lonjakan harga minyak dunia. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamax Green 95 meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter, sedangkan Pertamax Turbo melonjak dari Rp 12.750 menjadi Rp 20.750 per liter.

Pertamina sebelumnya menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak global dan dinamika geopolitik internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Dengan meredanya ketegangan antara AS dan Iran serta kembali beroperasinya jalur pelayaran di Selat Hormuz, masyarakat kini menantikan apakah penurunan harga minyak dunia akan diikuti penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Pemerintah Buka Peluang Turunkan Harga Pertamax
Perincian draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) berisi 14 poin yang disebut menjadi kerangka awal untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS). (Media Monitoring DATASATU/Design by ChatGPT)

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 27 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 42 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia