Resmi, Pemerintah ‘Sunat’ Anggaran MBG Hingga Rp 20 Triliun
JAKARTA, investor.id – Pemerintah resmi melakukan efisiensi anggaran pada program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah dinamika geopolitik global. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan frekuensi pemberian makan dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan, yang diprediksi mampu menghemat anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa langkah terhadap program MBG itu merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menjalankan efisiensi di seluruh lini program nasional.
“Potensi penghematan dari kebijakan bisa mencapai Rp 20 triliun,” ucap Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Program MBG kini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari kerja. Namun, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi kelompok rentan dan wilayah prioritas agar tetap mendapatkan pelayanan maksimal.
Kelompok yang dikecualikan dari pemotongan hari tersebut meliputi penghuni asrama, masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), serta wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya memberikan gambaran yang lebih optimistis terkait angka penghematan. Ia menyebut nilai efisiensi dari penyesuaian jadwal pemberian makan ini bahkan bisa menyentuh angka Rp 40 triliun dari total alokasi MBG di APBN 2026 yang sebesar Rp 335 triliun.
“Dalam program MBG ada efisiensi. Perhitungan awal sekitar Rp 40 triliun, meski angkanya masih kasar tetapi bisa lebih,” ucap Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa pengurangan ini bukan semata-mata pemotongan paksa dari Kementerian Keuangan, melainkan hasil evaluasi mandiri dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang melihat adanya ruang efisiensi di tengah situasi ekonomi saat ini. Anggaran yang berhasil dihemat nantinya akan dialihkan untuk mendanai program pemerintah lain yang bersifat lebih mendesak.
“Tetapi bukan saya motong, memang dia melakukan sendiri karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. Jadi jangan dibilang BGN tutup mata, dia juga melakukan efisiensi,” terang Purbaya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






