Minggu, 21 Juni 2026

Ekonomi Global Dihantui Perlambatan Imbas Perang di Timur Tengah

Penulis : Natasha Khairunisa
7 Apr 2026 | 12:10 WIB
BAGIKAN
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. (Foto: AP Photo/Jose Luis Magana, file)
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. (Foto: AP Photo/Jose Luis Magana, file)

JAKARTA, investor.id - Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan telah mengantisipasi lonjakan inflasi pertumbuhan ekonomi global melambat imbas dampak perang di Timur Tengah.

Seperti diketahui, konflik antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran telah memicu gangguan pasokan energi global, dengan jutaan barel produksi minyak terhenti karena blokade terhadap Selat Hormuz. Bahkan jika konflik di Timur Tengah segera usai, IMF tetap meningkatkan prospek inflasi.

Dikutip dari US News, Selasa (7/4/2026) Direktur pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengungkapkan bahwa badan tersebut awalnya melihat peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% pada 2026 dan 3,2% pada tahun 2027 mendatang karena ekonomi terus pulih dari pandemi. 

ADVERTISEMENT

Namun, prospek tersebut telah terhambat risiko lonjakan inflasi.

"Sebaliknya, semua jalan sekarang mengarah ke harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat," kata Georgieva.

"Kita berada di dunia dengan ketidakpastian yang tinggi. Semua ini berarti bahwa setelah kita pulih dari guncangan, kita perlu tetap waspada terhadap guncangan berikutnya," ujarnya, mengutip ketegangan geopolitik, kemajuan teknologi, guncangan iklim, dan pergeseran demografis.

Georgieva mencatat bahwa konflik di Timur Tengah telah mengurangi pasokan minyak global sebesar 13%, dengan dampaknya menyebar melalui pengiriman minyak dan gas serta ke rantai pasokan terkait seperti helium dan pupuk.

Ia membeberkan, negara-negara dengan pertumbuhan yang rendah dan rentan serta tidak memiliki cadangan energi akan melihat dampak terbesar.

Georgiva juga menyebut, sejumlah negara hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada ruang fiskal untuk membantu penduduknya mengatasi lonjakan inflasi yang disebabkan oleh perang.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia