Perang di Iran, World Bank Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia Timur-Pasifik
JAKARTA, investor.id - World Bank (Bank Dunia) merevisi turun sebesar 0,1% proyeksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur-Pasifik pada 2026 seiring kemunculan dampak dari perang di Iran terhadap perekonomian global.
"Kita mengurangi proyeksi pertumbuhan 0,1% dibanding sebelumnya, menjadi 4,2%," ungkap Kepala Ekonom Kawasan Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia, Aaditya Mattoo dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Terkini Asia Timur dan Pasifik yang disiarkan secara daring, Rabu (8/4/2026).
Aaditya Mattoo mengatakan, perubahan prospek ini tergolong moderat dan belum menunjukkan perlambatan yang signifikan. Ia pun melihat peluang pemulihan yang lebih cepat.
"Kita juga mengurangi pertumbuhan di negara lain hingga 4%, sehingga tidak terlalu dramatis perubahannya," lanjutnya.
Dijelaskannya, hambatan di sektor energi yang memicu lonjakan harga BBM menjadi salah satu dampak utama ekonomi global.
Pasalnya, kondisi tersebut menekan aktivitas industri yang pada akhirnya memperlambat laju pertumbuhan, khususnya di negara-negara yang masih bergantung pada impor energi.
"Konflik ini sudah berujung pada biaya, di mana kapasitas produksi BBM serta minyak dan gas (terganggu)," Aaditya menyoroti.
Selain itu, ketidakpastian seputar perdamaian juga menjadi hambatan. Bank Dunia menilai genjatan senjata baru-baru ini antara Amerika Serikat-Iran belum cukup kuat untuk memberikan kepastian dalam jangka panjang.
Menurut Aaditya, hal ini mendorong sikap kehati-hatian pelaku pasar dan investor.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

