Minggu, 21 Juni 2026

World Bank Turunkan Proyeksi Ekonomi RI Jadi 4,7% pada 2026

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Apr 2026 | 11:02 WIB
BAGIKAN
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo dalam konferensi pers terkait prospek ekonomi Asia Timur-Pasifik 2026 yang disiarkan secara daring pada Rabu (8/4/2026). (B-Universe/Natasha Khairunisa)
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo dalam konferensi pers terkait prospek ekonomi Asia Timur-Pasifik 2026 yang disiarkan secara daring pada Rabu (8/4/2026). (B-Universe/Natasha Khairunisa)

JAKARTA, investor.id - World Bank (Bank Dunia) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 mencapai 4,7%. Angka tersebut merupakan penurunan dari perkiraan sebelumnya di level 4,8%.

Proyeksi ini dirilis dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026. 

Meski direvisi turun, proyeksi tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) di level 4,2%. 

ADVERTISEMENT

“Kami menilai (perekonomian) Indonesia relatif tangguh. Salah satu pendukungnya karena ketergantungan terhadap impor minyak yang rendah dibandingkan negara lain,” kata Mattoo, dalam konferensi pers terkait prospek ekonomi Asia Timur-Pasifik 2026 yang disiarkan secara daring pada Rabu (8/4/2026). 

Laporan World Bank mencatat bahwa impor bersih minyak dan gas Indonesia pada 2024 hanya sekitar 1% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan impor migas Thailand yang mencapai 7%, diikuti oleh Filipina sebesar 3%, serta Vietnam sebesar 2%.

Meski demikian, Mattoo mengingatkan, dinamika geopolitik tetap berisiko memengaruhi ekonomi domestik, mengingat kenaikan harga minyak dunia yang dapat memperberat daya fiskal. Ditambah lagi, kondisi tersebut juga menimbulkan guncangan pada inflasi.

Meski demikian, World Bank memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang kembali menguat dengan pertumbuhan yang diprediksi mencapai 5,2% pada 2027 mendatang.

Sementara itu, Mattoo menjelaskan bahwa menurunnya prospek ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik dipengaruhi tiga faktor utama, yakni konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan biaya energi, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat, serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang cukup pesat.

Meskipun prospek Asia Timur dan Pasifik direvisi menurunan, perubahan tersebut dinilai tergolong moderat dan belum menunjukkan perlambatan yang signifikan.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia