Minggu, 21 Juni 2026

Purbaya: Bank Dunia Buat Dosa Besar, Harus Minta Maaf

Penulis : Addin Anugrah Siwi
9 Apr 2026 | 17:09 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) di Aula Junada Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) di Aula Junada Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap laporan terbaru Bank Dunia (World Bank) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026. Purbaya menilai perhitungan lembaga internasional tersebut keliru dan berpotensi menciptakan sentimen negatif yang tidak berdasar terhadap pasar domestik.

Menkeu Purbaya memaparkan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini justru menunjukkan tren penguatan. Pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mampu menembus angka 5,5% hingga 5,6%, bahkan bisa lebih dari itu.

Dengan proyeksi Bank Dunia sebesar 4,7%, maka Purbaya menganggap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-kuartal selanjutnya akan lebih rendah dan potensi resesi teknikal.

ADVERTISEMENT

“Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Saya pikir World Bank salah hitung,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Menkeu menduga Bank Dunia terlalu terpaku pada asumsi harga minyak dunia yang sedang tinggi akibat tekanan eksternal. Menurutnya, jika harga minyak kembali stabil dalam waktu dekat, Bank Dunia kemungkinan besar akan merevisi kembali angka tersebut. Namun, ia menyayangkan dampak psikologis yang sudah terlanjur dirasakan investor.

Ia bahkan menyebut Bank Dunia harus meminta maaf jika nanti proyeksinya berubah setelah harga minyak kembali normal. Bagi pemerintah, masalah utamanya bukan hanya angka pertumbuhan, tetapi juga efek psikologis yang ditimbulkan ke pasar dan sentimen investor.

Purbaya: Bank Dunia Buat Dosa Besar, Harus Minta Maaf
Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu.com)

“Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya. Dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia ubah prediksi ekonominya lagi,” tegasnya.

Purbaya meyakini bahwa Bank Dunia belum sepenuhnya memperhitungkan strategi serta kebijakan fiskal yang tengah disiapkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan seluruh mesin ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus Asia saya, jurus-jurus Asia Pak Prabowo. Yang jelas kalau di angka saya sih sudah membaik dan kita akan jaga terus,” sindirnya.

Sebelumnya, Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 merevisi pertumbuhan RI dari 4,8% menjadi 4,7%. Revisi ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik yang memicu lonjakan harga komoditas energi serta meningkatnya sikap hati-hati investor di pasar keuangan internasional.

Pemerintah sendiri tetap optimis bahwa iklim investasi dan sistem keuangan nasional siap mendukung target pertumbuhan yang lebih tinggi melalui program-program strategis yang sedang berjalan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia