Minggu, 21 Juni 2026

Purbaya Pamer Dana SAL Rp 420 Triliun di Hadapan IMF

Penulis : Prisma Ardianto
15 Apr 2026 | 18:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama rombongan saat menyampaikan keterangan resmi di sela-sela pertemuan strategis dengan IMF, Bank Dunia, lembaga pemeringkat dunia, dan investor di Washington DC, AS, pada Senin (14/4/2026) waktu setempat. (Tangkapan layar: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama rombongan saat menyampaikan keterangan resmi di sela-sela pertemuan strategis dengan IMF, Bank Dunia, lembaga pemeringkat dunia, dan investor di Washington DC, AS, pada Senin (14/4/2026) waktu setempat. (Tangkapan layar: Kemenkeu)

WASHINGTON DC, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ketangguhan fiskal Indonesia di hadapan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan di Washington DC, Selasa (14/4/2026). Purbaya menekankan bahwa Indonesia memiliki bantalan anggaran berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang siap meredam gejolak global.

Dalam pertemuan maraton tersebut, Menkeu Purbaya memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang terbukti mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi tinggi dan keberlanjutan APBN. Menurut Purbaya, IMF memberikan respons positif terhadap kemampuan Indonesia mengelola anggaran secara terkendali di tengah ketidakpastian dunia.

“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi terkait fundamental ekonomi kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menanggapi kekhawatiran Kristalina Georgieva terkait ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi yang masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan, Purbaya memastikan Indonesia berada dalam posisi aman. Solidnya kondisi fiskal nasional membuat Indonesia tidak memerlukan dukungan pendanaan darurat dari lembaga internasional tersebut.

“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan (pendanaan darurat) bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp 420 triliun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya membeberkan bahwa penyesuaian kebijakan strategis yang dilakukan sejak akhir tahun lalu telah berhasil menyerap berbagai tekanan eksternal (shock), termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik global. Keberhasilan ini membuat IMF memandang optimis prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Purbaya Pamer Dana SAL Rp 420 Triliun di Hadapan IMF
Realisasi APBN sampai dengan 31 Maret 2026. (Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu)

“Kami mampu menyerap shock yang terjadi. IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif, meskipun mereka tidak memberikan perlakuan khusus kepada negara tertentu,” tutup Purbaya.

Selain pertemuan dengan IMF, Purbaya juga menggelar berbagai pertemuan strategis, mulai dari bilateral meeting hingga courtesy meeting dengan pejabat tinggi World Bank dan perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings pada Selasa di Washington DC. Di hari sebelumnya, ia sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di New York, termasuk BlackRock.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia