Minggu, 21 Juni 2026

IMF Apresiasi Stabilitas Makroekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Apr 2026 | 13:28 WIB
BAGIKAN
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara pada konferensi pers menjelang Pertemuan Musim Semi Bank Dunia/IMF di markas besar IMF di Washington, AS pada Kamis (9/4/2026). (Foto: AP/ Jose Luis Magana)
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara pada konferensi pers menjelang Pertemuan Musim Semi Bank Dunia/IMF di markas besar IMF di Washington, AS pada Kamis (9/4/2026). (Foto: AP/ Jose Luis Magana)

JAKARTA,investor.id -  Indonesia dinilai sebagai salah satu  titik terang (bright spot) dalam perekonomian global sebab memiliki fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.  Indonesia dipandang dapat memberikan respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.

Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Managing Director IMF Kristalina Georgieva, dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik,” ucap  Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (15/4/2026).

Anton mengatakan BI melanjutkan pendekatan (outreach) dengan para investor global untuk menekankan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.

Bank Indonesia juga menekankan bahwa respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional, melainkan melalui bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif, menyelaraskan kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan,” kata Anton.

Sinergi erat dengan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB serta realokasi belanja ke sektor produktif, turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional. “Dalam jangka menengah, Indonesia juga menegaskan arah transformasi struktural menuju ekonomi bernilai tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi,” pungkas dia.  

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia