Minggu, 21 Juni 2026

Siap Dirikan KEK Keuangan, Airlangga: Agar Investasi Global Tak Cuma Dinikmati Negara Tetangga

Penulis : Arnoldus Kristianus
28 Apr 2026 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) dan Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita (kanan) dalam Investor Daily Roundtable: Menakar Denyut Ekonomi, Akselerasi Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) dan Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita (kanan) dalam Investor Daily Roundtable: Menakar Denyut Ekonomi, Akselerasi Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah tengah mematangkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan untuk memperkuat daya saing investasi Indonesia di kancah global. Langkah ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton saat aliran modal global mencari tempat aman di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia harus segera menghadirkan alternatif pusat keuangan (financial center) berskala internasional, menyusul kesuksesan kawasan serupa di Uni Emirat Arab, Singapura, dan Hong Kong.

“Dengan adanya ketidakpastian di Timur Tengah maka terbuka opsi bagi negara lain. Tentu kalau kita tidak disiapkan maka yang menjadi penikmatnya adalah negara tetangga kita. Indonesia tentu mempersiapkan alternatif terhadap investasi dari family office ataupun financial center. Sekarang kita sedang merinci kebutuhannya,” urai Airlangga dalam Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pemerintah saat ini sedang mengkaji sejumlah instrumen krusial yang dibutuhkan investor global, meliputi sistem pengelola aset (trustee), badan hukum pengelolaan kekayaan (foundation), hingga mekanisme penyelesaian sengketa (dispute settlement) yang setara dengan standar hukum internasional (common law).

“Jadi ini semua sedang dipersiapkan dan untuk daerahnya juga sedang kita monitor,” imbuh Airlangga.

Selain sektor keuangan, fokus pengembangan KEK juga diarahkan pada pusat data (data center) seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Airlangga melihat peluang besar setelah Singapura melakukan moratorium pembangunan data center. Indonesia telah menangkap peluang ini melalui KEK Batam dengan masuknya investasi dari perusahaan raksasa seperti Equinix (AS) dan GDS (China).

“Saya melihat bahwa pembangunan data center sangat berkaitan dengan jumlah penduduk yang besar. Karena itu, investasi di sektor ini menjadi salah satu yang paling diminati di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” kata Airlangga.

Siap Dirikan KEK Keuangan, Airlangga: Agar Investasi Global Tak Cuma Dinikmati Negara Tetangga
Permintaan data center. (Ilustrasi: Investor Daily)

Dari sisi skala, Indonesia unggul jauh dibandingkan Singapura. Jika Singapura hanya merencanakan kapasitas sekitar 200 megawatt, satu perusahaan di kawasan Bekasi–Karawang saja mampu membangun hingga 300 megawatt. Keunggulan ini didukung oleh infrastruktur kabel internet bawah laut (landing point fiber optic) di Batam yang terhubung ke Asia Timur, serta Bitung yang terhubung langsung ke Amerika Serikat melalui Guam.

“Di dua lokasi ini kebutuhan akan data center-nya akan meningkat. Memang hampir semua negara memerlukan data center di negara masing-masing, karena untuk memproses lebih cepat dan lebih aman. Jadi kami tidak khawatir mengenai hal itu,” jelas Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia