Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas dan Tembaga Meroket, tapi PNBP Minerba Hanya Tumbuh Tipis 6%

Penulis : Prisma Ardianto
30 Apr 2026 | 20:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi tembaga. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi tembaga. (Sumber: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal I-2026. Namun, pertumbuhan tersebut relatif terbatas dan tidak sebanding dengan lonjakan harga sejumlah komoditas unggulan di pasar global.

Berdasarkan dokumen APBN KiTa edisi April 2026 yang dirilis Kamis (30/4/2026), realisasi PNBP minerba mencapai Rp 32,6 triliun, atau hanya tumbuh 6,19% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini merupakan kontributor utama dari total PNBP Sumber Daya Alam (SDA) nonmigas yang mencapai Rp 35,1 triliun.

Pertumbuhan PNBP minerba yang "mungil" ini menjadi sorotan di tengah meroketnya harga komoditas dunia akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Sebagai perbandingan, pada periode Januari-Maret 2026, rata-rata harga emas dunia telah melambung 73% yoy, diikuti tembaga yang naik 40% yoy, dan nikel sebesar 9% yoy.

ADVERTISEMENT

“PNBP SDA Nonmigas utamanya disumbang SDA Minerba khususnya sektor mineral karena peningkatan harga komoditas seperti emas, tembaga, dan nikel,” tulis laporan Kemenkeu dalam dokumen tersebut.

Secara agregat, realisasi PNBP nasional pada kuartal I-2026 menyentuh angka Rp 112,1 triliun. Meskipun sektor minerba tumbuh positif, total PNBP nasional justru terkontraksi 3,0% yoy, atau baru memenuhi 24,4% dari target APBN 2026.

Harga Emas dan Tembaga Meroket, tapi PNBP Minerba Hanya Tumbuh Tipis 6%
Perkembangan PNBP SDA Nonmigas. (Sumber: APBN KiTa edisi April 2026)

Di sisi lain, total pendapatan negara hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp 574,9 triliun, tumbuh 10,5% yoy. Capaian ini baru menyentuh 18,2% dari target tahunan sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Sementara dari sisi perpajakan, sektor pertambangan mencatat kontribusi cukup besar pada kuartal I-2026. Sektor ini berkontribusi Rp 32,9 triliun atau 8,3% dari total penerimaan pajak.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia