Minggu, 21 Juni 2026

Kenaikan Harga Tiket Pesawat, BBM, dan Minyak Goreng Mengalir ke Inflasi April 2026

Penulis : Addin Anugrah Siwi
4 Mei 2026 | 14:57 WIB
BAGIKAN
Sebuah pesawat mendarat di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Sebuah pesawat mendarat di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi nasional pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (month to month/mtm). Inflasi kali ini dipicu oleh lonjakan tarif transportasi dan harga bahan bakar, meskipun tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa inflasi bulan April ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 111,09 dari sebelumnya 110,95 pada Maret 2026. Secara tahun kalender (year to date/ytd), inflasi tercatat sebesar 1,06%.

“Pada April 2026 terjadi inflasi sebesar 0,13% secara bulanan. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian Maret 2026 yang sebesar 0,41% mtm,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kelompok pengeluaran, transportasi menjadi kontributor inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 0,99% dan memberikan andil 0,12% terhadap inflasi umum. Tekanan utama di sektor ini bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara yang memberikan andil 0,11%, serta harga bensin dengan andil 0,02%.

Selain transportasi, beberapa komoditas pangan juga terpantau merangkak naik. Minyak goreng tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,05%, diikuti tomat 0,03%, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02%.

Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan, BPS mencatat adanya beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi lebih dalam. Daging ayam ras mencatatkan deflasi dengan andil 0,11%, diikuti emas perhiasan 0,09%, cabai rawit 0,06%, dan telur ayam ras 0,04%.

Dari sisi komponen, inflasi April 2026 utamanya ditopang oleh inflasi inti yang tumbuh 0,23% dengan andil 0,15%. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi 0,69%, sedangkan komponen harga bergejolak (volatile food) justru mencatatkan deflasi sebesar 0,88%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia