Minggu, 21 Juni 2026

Ekspor RI Kontraksi 3,1% YoY pada Maret 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Mei 2026 | 16:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi aktivitas ekspor Indonesia. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Ilustrasi aktivitas ekspor Indonesia. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar pada Maret 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor Indonesia mengalami kontraksi sebesar 3,1%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan bahwa nilai ekspor migas mencapai US$ 1,28 miliar atau terjadi penurunan hingga 11,84% secara tahunan. Sedangkan nilai ekspor nonmigas mencapai US$ 21,25 miliar atau naik 2,52% secara tahunan.

“Pada Maret tahun 2026 untuk nilai ekspor mencapai US$ 25,53 miliar atau turun 3,1% jika dibandingkan dengan Maret 2025,” ungkap Ateng dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, pada Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Penurunan nilai ekspor Maret 2026 secara tahunan tersebut terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor pada nonmigas yaitu pada beberapa komoditas nonmigas.

Beberapa di antaranya lemak dan minyak hewan nabati (HS15) turun sebesar 27,02% dengan andil lemak minyak hewan nabati terhadap penurunan ekspor yaitu 3,52%; ekspor kakao dan olahannya HS18 juga menurun 50,89% dengan andil 0,75% terhadap total ekspor; serta kopi teh dan juga rempah-rempah menurun 54,69% dengan andil minus 0,68%.

Bila dirincikan menurut sektor, maka ekspor nonmigas terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi senilai US$ 320 juta pada Maret 2026. Sektor tersebut mengalami kontraksi hingga 44,14% dari posisi yang sama tahun 2025.

“Penurunan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh komoditas kopi, buah-buahan tahunan, tanaman obat, aromatik dan juga rempah-rempah, sarang burung serta juga cengkeh,” tutur Ateng.

Kedua, yaitu sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$3 miliar pada Maret 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terjadi kontraksi sebesar 2,15%.

Ketiga yaitu industri pengolahan sebesar US$ 17,92 miliar pada Maret 2026. Bila dibandingkan dengan periode yang sama terjadi penurunan sebesar 1,26%.  

Lebih lanjut, bila dilihat secara kumulatif maka nilai ekspor selama Januari sampai Maret 2026 mencapai US$ 66,85 miliar atau tumbuh tipis 0,34% secara tahunan. Nilai ekspor migas tercatat US$ 3,25 miliar atau turun 10,58%. Nilai ekspor nonmigas mencapai US$ 42,35 miliar atau terjadi pertumbuhan 0,98%.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia