Prioritaskan Dalam Negeri, Pupuk Indonesia Buka Peluang Ekspor Urea
JAKARTA, investor.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan, komitmennya untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri sebelum merealisasikan peluang ekspor urea ke pasar global.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, di tengah dinamika geopolitik global, perusahaan memiliki ketahanan pasokan yang kuat, khususnya untuk komoditas urea.
“Arahan dari Kementerian Pertanian melalui Pak Wakil Menteri Pertanian sangat jelas. Kita ekspor ketika kebutuhan dalam negeri cukup,” kata Rahmad usai mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam keterangan pers, Jumat (17/4/2026).
Rahmad menegaskan, perusahaan tidak akan mengekspor pupuk saat musim tanam berlangsung. Hal ini menjadi prinsip utama untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Tidak hanya itu, lanjutnya, Pupuk Indonesia hanya melaksanakan ekspor berdasarkan penugasan resmi pemerintah dan setelah memastikan ketersediaan pupuk bagi petani aman saat masa tanam.
“Nah, kita tidak mungkin akan mengekspor ketika musim tanam. Itu tadi jelas dan Dubes India sudah menyepakati bahwa kita mengekspor di luar musim tanam,” ucap Rahmad.
Dari sisi pasokan, Pupuk Indonesia memastikan kondisi stok dalam negeri berada pada level aman. Hingga 14 April 2026, total stok pupuk tercatat sekitar 1,2 juta ton, baik subsidi maupun nonsubsidi. Jumlah tersebut terus diperkuat oleh produksi harian yang mencapai sekitar 25 ribu ton urea dan 15 ribu ton NPK.
Pasokan Aman Terjaga
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






